August
2009
The Power of Untruth (Juarez, Mexico)0
Apakah Anda percaya pada kebenaran? Apakah kebenaran itu ada?
Kebenaran dapat kita peroleh jika kita memiliki banyak uang atau kekuasaan, maka jadilah kita benar (pada satu sisi). Di sisi yang lain, kita salah/bersalah, karena memang itulah kita, namun kita dibenarkan. Dua sisi yang berbeda, yang tak kan pernah dapat bersatu. Jika kebenaran menguasai, maka tak kan ada kesalahan. Jika kesalahan menguasai, maka tak kan ada kebenaran. Masalahnya adalah mereka saling membenci. Si Salah suangattt buennciiii ama si Benar, dan Si Benar suanggaattt pol benciiiiii ama Si Salah. Mereka saling baku hantam untuk membuat lawannya jatuh, hancur, dan menghilang dari muka bumi ini.
Ngomong-ngomong tentang muka bumi, yang bisa liat ya cuma indra penglihatan, yang bisa tahu informasi di muka bumi ini juga adalah panca indra kita. Kalo dikumpulkan dan dikalkulasi, jumlah berita apa yang benar dan apa yang salah, seharusnya benar dan seharusnya salah.. ck..ck.. ck.. ngga fear.. si Benar kalah. Bukti: Bordertown, Juarez, salah satu kota di Meksiko. Jumlah perempuan muda yang telah meninggal akibat dibunuh berkisar 5.000 lebih perempuan. Rata-rata mereka adalah pekerja di pabrik-pabrik besar di Juarez dengan gaji yang sangat minim. Itupun untuk membayar sewa rumah dan makan. Itu saja. Tidak ada yang dapat dilakukan oleh “apapun” kepada pihak siapa yang seharusnya berwenang. Tetangga? Polisi? Pekerja sosial? Serikat buruh? Perusahaan? Pemerintah? Negara? They do nothing! Because of what? Semuanya karena uang. Uang untuk tutup mulut, uang untuk kenikmatan, uang untuk kebahagiaan, uang untuk kerjasama antar Negara, uang untuk kemuliaan dan kejayaan.
Kerugian terbesar diderita oleh si miskin yang tidak memiliki baik harta maupun daya. Diperdaya, dimanfaatkan, dieksploitasi, dibunuh… untuk uang. Uang melambangkan kekayaan, kemuliaan dan kehormatan, kejayaan, dan kebesaran. Hmm..terdengar klise. Menginginkan sesuatu yang paling dahsyat di seantero dunia. Jadi ingat Firaun, menara Babel, jadi ingat Lucifer. Ough..
Panca indra ini harus dikasi saringan 7 lapis dari emas, perisai made of diamonds, pelindung dari mutiara Jepang. Supaya apa? Ya supaya tau mana yang benar dan menyerap informasi yang benar aja sehingga berlaku benar. Wahh..ga mungkin donkkk..mana mungkin.. yang ada adalah harus nambahin satu indra lagi, indra ke-enam. Hihihihi. Banyak orang berlomba-lomba menafsirkan indra ke-enam. Ada yang bilang, orang jenius itu punya indra ke-enam, orang yang bisa liat setan dan antek-anteknya, trus para normal en dukun juga punya, trus orang indigo juga punya.
Ahh.. sudah ah bertele-telenya. Ini nih, ‘indra ke-enamnya’. Repot amat nerjemahin ‘kebenaran’. This is what I believe in whole of my life. This is the truth of the truth. Ga peduli dunia ini rasio kebenaran vs kesalahan 1: 1.000.000.000 atau berapapun, karena yang tahu cuma panca indra, dan panca indra menurut teori Perhatian dalam Psikologi Kognitif à very very very limited in absorbing information.
- 2 Samuel 7:28a à “Oleh sebab itu, ya Tuhan Allah, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran;”
- Yohanes 8:31-32 à “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
- Yohanes 14:6 àKata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
Secara fisik, Yesus yang adalah kebenaran, tidak ada bersama kita di dunia, namun inilah yang luar biasa: Yohanes 14:15-17 à “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.”
See? Lihat? Jelas bahwa dunia tidak melihat Dia. Dunia secara panca indra, manusia ga bisa lihat kebenaran dari mata saja, telinga, atau indra yang lain. Bagaimana manusia dapat mengenal jika manusia tidak melihat? Aturannya adalah sensory register dahulu, baru pattern recognition (Psi.Kognitif). Pada akhirnya, tidak dapat diterima oleh dunia. Formatnya beda, gak compatible, belum ada akses. Lha fungsi dari Roh Kebenaran itu di dunia ini sekarang adalah akses agar kita dapat menjadi benar oleh karena kebenaran sejati, bukan dari uang atau kekuasaan.
Baca àYohanes 14:26 à “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” Ibrani 10:38 à “Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Ibrani 11:6 à “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
2 Korintus 5:21 à “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Galatia 2:16 à “Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat”.
Yakobus 2:24 à “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.”
Matius 13:49-50 àkata Yesus: “Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat retapan dan kertakan gigi.”
1 Petrus 3:12 à “Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”
Pejuang-pejuang kebenaran, mari memperjuangkan kebenaran. Allah di pihak kita, siapakah lawan kita? Tutup panca indra, dan buka mata rohani agar dapat melihat kebenaran yang sesungguhnya hingga kita dapatkan Mahkota Kebenaran, kehidupan kekal selama-lamanya. (tapi bukan karena mahkotanya, melainkan karena hidup kita memang diciptakan untuk hidup dalam kebenaran. Aminn!!)
MAria A. Tobing
02.20
Aug 27, 2009