Maria Agustina Tobing ~ semua hal yang berhubungan denganku.

MENJADI AGEN PERUBAHAN: Diubahkan untuk Mengubahkan – Maria A. Tobing


MENJADI AGEN PERUBAHAN
II Korintus 3: 1-18
Maria A. Tobing

Sebagaimana diberitakan Christian Today, tahun lalu survey ARG menyatakan bahwa 95 persen dari kaum muda Kristen AS yang berusia 20-29 tahun rutin menghadiri gereja di usia sekolah dasar hingga menengah pertama. Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen yang tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas.

Sesuai dengan nubuatan di dalam Firman Tuhan bahwa pada hari-hari terakhir menjelang kedatangan Tuhan yang kedua kali, kejahatan di dunia akan makin merajalela, (2Tim 3:13)orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan; (Ef 5:16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Kehidupan rohani kaum muda Kristen telah terkikis oleh budaya kedagingan yang dapat kita lihat dengan jelas pada masa-masa ini. (Galatia 5:19-21) perbuatan-perbuatan daging telah nyata: menuju kematian, tujuan Iblis.
1. Percabulan adalah penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang membangkitkan nafsu birahi.
2. Kecemaran adalah perbuatan yang membuat kita menjauh dari Allah, memisahkan, membuat kita tidak layak, kotor, berdosa.
3. Hawa nafsu adalah kesiapan untuk setiap kesenangan.
4. Penyembahan berhala pemujaan terhadap ilah-ilah buatan tangan manusia.
5. Sihir adalah penggunaan obat untuk ilmu sihir/hitam.
6. Perseteruan adalah memusuhi sesama manusia.
7. Perselisihan adalah persaingan untuk merebut sesuatu yang berakhir pertengkaran.
8. Iri hati adalah mengingini sesuatu yang bukan milik kita.
9. Amarah adalah marah yang meledak-ledak, meluap tiba-tiba tapi padam tiba-tiba.
10. Kepentingan diri sendiri adalah kedudukan yang diinginkan bukan karena motivasi yang baik melainkan karena pamrih untuk kepentingan diri sendiri.
11. Percideraan adalah seorang diantaranya merasa lebih mampu dari yang lain dan berusaha mengalahkan yang lain dengan berbagai cara.
12. Roh pemecahberbeda pandangan sehingga menjadi tidak saling menyukai.
13. Kedengkian adalah sakit hati melihat kenyataan bahwa orang lain dapat memiliki banyak hal/sesuatu.
14. Kemabukanadalah minum anggur lebih banyak sehingga manusia berperilaku seperti binatang.
15. Pesta pora adalah perilaku menari, tertawa, untuk menunjukkan kesenangannya memuja kemenangan seseorang/kelompok.

Hari ini, Allah Bapa, Sang Pencipta segala sesuatu, mengundang Anda dan saya untuk menjadi agen perubahan dunia sebagai rekan sekerja Allah. Yesus Kristus anak-Nya yang tunggal telah menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia dengan mati dan bangkit dari kematian di kayu salib untuk menebus doa kita. Sekarang giliran Anda dan saya. (Yoh 14:12)  “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.” Siapkah kita menerima undangan Raja segala raja untuk merebut hidup yang kekal baik untuk diri sendiri maupun semua orang di sekitar kita? Membawa kehidupan kita dari kegelapan menuju terang, dari kedagingan menjadi kehidupan dalam Roh?

Mari kita belajar dalam II Korintus 3: 16-18. Inilah pengalaman rohani anak-anak muda yang diinginkan Tuhan:
1st. Mengarahkan mata hati kita kepada Tuhan. (menyerahkan seluruh hidup, berserah kepada Tuhan)
Hati adalah pusat perasaan emosional, pusat karakter kita. Panahnya mengarah kemana? Kepada diri sendiri? Kepada uang? Jabatan? Keluarga? Pacar? Atau kepada Tuhan? Berserah kepada Tuhan
2nd. Merasakan kehadiran/jamahan Roh Allah dalam kehidupan.
Dipulihkan dari segala luka hati, disucikan dari dosa, dikuduskan dari segala kejahatan, diperbaharui, diselamatkan dari api neraka, diampuni oleh Tuhan, dibebaskan dari perbudakan dosa, kutukan dan kuasa Iblis, dipuaskan hasrat dan kehendak kita, dipenuhi semua kebutuhan kita oleh Tuhan. Menjadi merdeka.
3rd. Mengalami perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan dalam Roh.
Kita makin serupa dengan gambar-Nya. Dalam zaman ini perubahan tersebut bersifat progresif dan belum sempurna. Namun pada saat Kristus datang kembali, kita akan melihat Dia muka dengan muka, dan perubahan kita akan menjadi sempurna.
4th. Mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka tidak berselubung.
Menjadi berkat dan hidup tanpa rasa bersalah. Cermin berfungsi memantulkan gambar, dia bukanlah gambaran itu sendiri. Sama seperti kita, kita memantulkan cahaya kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaan kita sendiri. Melalui apa? (I Tim 4:12)perkataan, perilaku, kasih, kesetiaan dan kesucian kita. Kita tidak malu-maluin karena kita hidup di atas rata-rata.

Jadi sekarang marilah kita memenuhi panggilan Tuhan untuk menjadi rekan sekerja-Nya di dalam dunia ini.
Amin.

Salatiga, 29 Mei 2010 12.11 pm

WUJUDKANLAH KELUARGA KRISTEN BAHAGIA MELALUI ”FORMULA 5 K” (Khotbah Pdt. M.N.L. Tobing)


WUJUDKANLAH KELUARGA KRISTEN BAHAGIA MELALUI
”FORMULA 5 K”
(Khotbah Pdt. M.N.L. Tobing = Minggu Sore, 28 Oktober 2007)

PENDAHULUAN

Keluarga Kristen yang BAHAGIA adalah keluarga Kristen yang penuh sukacita, keintiman, hasrat kekudusan terpenuhi dan cinta Tuhan. Formulanya (Rumusannya) adalah Formula 5K, yakni : menerapkan dan mengembangkan nilai-nilai KASIH, KESUCIAN, KESETIAAN, KESATUAN dan KESAKSIAAN. Marilah kita simak dengan cermat dan dengan pertolongan Roh Kudus, agar kita dapat mewujudkan Keluarga Bahagia dalam Rumah-Tangga kita.

I. (Baca : Kolose 3 : 14)

1. Pengurapan Kasih menurut Kel. 3:14 adalah Kasih Agape, yakni Kasih Ilahi, Kasih Sejati, Kasih meskipun Kasih melukai dan Kasih yang telah disertai degnan pengorbanan.

2. Kasih Sejati (yang benar) berakhir dengan Kebahagiaan. Kasih yang PALSU berakhir dengan kehancuran. Kasih apa yang saudara gunakan dalam membangun rumah-tangga saudara? Mohon introspeksi hati saudara sebelum kita menyalahkan anggota keluarga kita.

3. Kekuatan/Khasiat/Dinamika Kasih yang kita terapkan di tengah Keluarga kita menyebakan Kita:
1). Sanggup Mengampuni anggota keluarga kita (Baca: Matius 18:21-22).
2). Sanggup Menerima anggota keluarga kita apapun keadaannya (Roma 15:7).
3). Sanggup Melayani istri/suami baik kebutuhan lahiriah dan kebutuhan bathiniahnya.

4). Sanggup Memberi yang Terbaik (The Best), yakni : Memberkati (Blessing), Membangun (Edifying), Membagi (Sharing) dan Menyentuh (Touching) atau disebut juga ”4M”.

II. (Baca I Tes. 4 : 3 – 8)
1. Kekudusan itu Hukumnya Wajib, karena Kekudusan adalah Kehendak Allah (ayat. 3), panggilan Allah (ayat 7) dan Perintah Allah (I Pet. 1:15-16).

2. Menolak Kekudusan berarti: Menolak Allah (ayat 8); berada di luar lingkaran Kehendak Allah (ayat 3), permusuhan dan dimusuhi Allah (Baca: Yak. 4:4) dan Tidak akan melihat Allah (Tidak Masuk Surga) Baca: Ibrani 12:14.

III.

1. Orang yang jatuh cinta adalah orang yang menyadari bahwa yang dicintainya pasti mempunyai kekurangan. Oleh karena itu ia pasti Setia dalam Kesehatan dan Kesakitan, dalam Kesenangan dan Kesusahan, dalam Kekayaan dan Kemiskinan.

2. Yak.4:4 (Baca: Ulang), …….kata tidak setia dalam bahasa Asli berarti Pezinah Pria dan Pezinah WANITA.

3. Perkawinan yang berhasil memerlukan jatuh cinta berkali-kali tetapi pada istri atau suami yang sama. Setialah dengan pasanganmu !!!

IV. (Baca: Matius 19:4-6).

1. Menjadi SATU disini berarti :

1). Menjadi SATU DAGING dalam Hubungan Seksual. 5). Sehati Sepikir
2). Menjadi SATU LEMBAGA terkecil dalam masyarakat. 6). Satu Kasih
3). Menjadi SATU PEMILIKAN 7). Satu Jiwa, dan
4). Menjadi SATU DALAM kesenangan dan penderitaan 8). Satu Tujuan

2. Tujuan PERSATUAN dan KESATUAN bagi PASUTRI:
1). Agar Berkat Allah dicurahkan.
2). Doa Terkabul (I Petrus 3:7).
3). Dapat Langgeng/Bertahan sampai masa tua (Mat.12:25).

V. (Baca: Wahyu 12:11)

1. Setelah dibaca ayat tsb, dengan apakah kita mengalahkan IBLIS, musuh Keluarga Kristen ?!
(Jawabnya adalah: 1) ………………………………………. 2) …………………………………………………)
Semua Peserta rame-rame menjawab-nya.

2. Dengan bersaksi di Komsel, Ibadah Raya, Ibadah Kamis, atau dengan orang kita temui, Iblis / Setan musuh Keluarga Kristen DIHANCURKAN. MOHON bila ada orang yang bersaksi, jangan ada seorangpun meremehkan atau menanggapi negatif, melainkan dukunglah, syukurilah, aminkan-lah, khususnya bila yang bersaksi itu orang / jiwa baru atau yang baru bertobat.

TINGKATKANLAH KESETIAAN ANDA !

Gembala Jemaat Pdt. Micha N.L.Tobing

PASANGAN ”UCAPAN SYUKUR” dan ”PENGHARAPAN” YANG BAHAGIA


PASANGAN ”UCAPAN SYUKUR”
dan ”PENGHARAPAN” YANG BAHAGIA

(Bahan Khotbah Gembala Jemaat : Minggu, 01 Juli 2007. GSJA Maranatha Family, Batu-Jatim)

PENDAHULUAN :
Kegiatan HUT Mafa ke – 56 harus dikaitkan dengan Rasa Syukur dan Penghargaan kita terhadap Berkat Allah yang kita terima selama 56 tahun umur Gereja MAFA atau selama satu tahun lalu sampai saat ini. Ungkapan Ucapan Syukur tidak bisa dipisahkan dengan Sikap Penghargaan kita terhadap Kehadiran Allah dan Berkat Kasih Karunia Allah bagi kita. Jemaat yang dapat Mengucap Syukur adalah Jemaat yang dapat menghargai suatu Berkat , Pemberian, Anugerah dari seseorang atau dari Tuhan. Dengan perkataan lain, ”Ucapan Syukur tidak mungkin terwujud tanpa adanya sikap Penghargaan terhadap sesuatu.” Sebaliknya ”Tanpa ada sikap Penghargaan terhadap sesuatu, tidak mungkin menghasilkan suatu ucapan Syukur yang Murni, Benar dan Sejati” (Ilustrasi : 2 Musyafir padang pasir yang berbeda sikap ketika diberi ½ cangkir air jeruk.
Apakah Saudara seorang THANKSGIVER (Pengucap Syukur) atau seorang THANKLESS PERSON (Seorang yang tidak tahu berterima kasih / Mengucap Syukur)? Alasan – alasan Pengucapan Syukur (THANKSGIVING) yang Benar, Murni dan Sejati adalah :

1. Menghargai KESELAMATAN HIDUP KEKAL sebagai Anugerah Allah dan mensyukurinya setiap hari (Baca : I Tim. 1:15,17). Apakah Saudara menghargai yang dianugerahkan oleh Tuhan melalui Pengorbanan, Penyaliban dan Kematian Yesus di Salib? Berhentilah mengeluh dan Ucapkanlah Syukur untuk Keselamatanmu.

2. Menghargai HIDUP sebagai Pemberian / Karunia Allah, sehingga kita bisa menikmati alam sekitar kita, berinteraksi / bersekutu dengan Keluarga dan sesama. Ucapkanlah Syukur untuk hidup ini setiap hari (Baca : KPR. 17:25).

3. Menghargai NAFAS sebagai Anugerah Allah, sehingga kita masih bisa berjalan, makan, berbicara, diberi tambahan umur, dsb. Ucapkanlah syukur karena Nafas dari Tuhan setiap hari (KPR. 17:25).

4. Menghargai SEMANGAT dan KEKUATAN, sehingga kita masih bisa bekerja keras, mencari nafkah / makan, mengadakan perjalanan sampai ke luar kota / pulau, berkecukupan atau kaya, dll. Oleh karena itu, Ucapkanlah Syukur untuk Kekuatan dari Tuhan setiap hari ( Ul. 8:17,18)

5. Menghargai semua ANAK yang dikandung dan dilahirkan dari seorang Ibu sebagai Anugerah dari Tuhan bagi Keluarga. Di tengah kesulitan apapun, seorang anak yang lahir dalam setiap keluarga telah mendapatkan jaminan pemeliharaan, kecukupan dari TUHAN. Ucapkanlah Syukur untuk anak-anakmu yang dikaruniakan Tuhan.

6. Menghargai ISTRI, yang telah melahirkan anak melalui perjuangan antara mati dan hidup, demi untuk meneruskan keturunan, Nama Marga, Se, Nama Keluarga dsb. Tanpa Istri anda tidak punya keturunan. Hargai dan Hormatilah Istrimu. Jangan duka citakan dan sakiti Istrimu. Buatlah Istrimu Bahagia, Senang, merasa di uwongkan. Hargai Keberadaan dan Haknya dan Ucapkanlah Syukur atas Istri yang Allah Karuniakan / Hadiahkan kepadamu (Baca :Amsal 19:14; 18:22).

7. Menghargai KARUNIA / TALENTA yang Allah Anugerahkan kepadamu. Anugerah tersebut bukan untuk dipamerkan dan untuk mendapat popularitas dari Publik, tetapi untuk Kemuliaan Tuhan. Ucapkanlah Syukur untuk setiap Karunia dan Talenta baik besar ataupun kecil sebagai pemberian Tuhan (Mat. 25 : 14 – 30).

8. Menghargai setiap BENTUK, TUGAS, JABATAN DALAM PELAYANAN PEKERJAAN TUHAN, baik yang kelihatan, maupun yang tidak kelihatan sebagai Anugerah / Kemurahan Allah (II Kor. 4:1). Ucapkanlah Syukur atas Pelayanan yang dipercayakan dan lakukanlah dengan SETIA.

9. Menghargai SEGALA SESUATU yang Allah Anugerahkan kepada Saudara sebagai Berkat, Rizki, dsb. Misalnya : Lapangan Pekerjaan, Pemondokan, Sembako + Pakaian, Meubel, Pengobatan, Biaya Pendidikan dan Kelulusan, Kenaikan Jabatan, dsb. Ucapkanlah Syukur kepada Tuhan atas semua hal tersebut.

Bukti – Bukti Ucapan Syukur :
1. Hidup kita Penuh Sukacita, Penuh Iman, Penuh Hormat kepada Tuhan, Penuh Harapan untuk Masa Depan, menjadi Ibadahwan Sejati, Setia dan Rendah Hati.

2. Kita tidak suka mengeluh, menggerutu, sambat, berkelahi untuk mempertahankan prinsip dan gengsii pribadi yang menimbulkan keretakan hubungan dengan sesama; gila hormat, iri hati, cemburu, dll.

Ucapan Syukur adalah Saudara Kembar dari Sikap menghargai. Jadilah Jemaat yang tahu menghargai setiap yang dimilikinya dan yang diperoleh dan jadilah Jemaat yang Penuh dengan Syukur atas Berkat sekecil apapun, Amin.

”Anda Ada Bukan Karena Kebetulan”


(BAB II)
”Anda Ada Bukan Karena Kebetulan”
“Akulah Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan,
dan yang menolong engkau. Janganlah takut … “ Yesaya 44 : 2 (BIS)

Pendahuluan :
Albert Einstein pernah berkata, “Allah tidak bermain dadu.” Artinya, Einstein percaya bahwa, di dalam Allah tidak ada kamus ‘untung-untungan’ atau kamus KEBETULAN ! Penulis puisi terkenal, Russell Kelfer, juga percaya bahwa tidak ada apapun yang terjadi secara kebetulan. Ia menulis dalam puisinya :
“Anda ada karena suatu alasan. Anda bertampang (memiliki wajah) seperti Anda sekarang ….., karena suatu alasan. Allah merajut Anda menjadi satu di dalam kandungan.
Allah tidak pernah membuat suatu kesalahan ….”
Tujuan pembahasan dari ayat emas diatas adalah, supaya kita mengetahui bahwa Allah menciptakan kita “secara unik.” Mulai dari kepribadian kita, latar belakang kita, sampai penampilan fisik kita, semua diciptakan Tuhan dengan suatu tujuan.
Dari nats Yesaya 44 : 2 diatas, kita mendapat “tiga bukti” bahwa kita ada BUKAN karena KEBETULAN.
Mari kita melihat buktinya satu persatu :
1. TUHAN yang MENJADIKAN kita “Akulah Tuhan yang menjadikan engkau” (ay. 2a)
 Kata “menjadikan” berbicara tentang KELAHIRAN atau asal usul kita !
 Rick Warren mengatakan, “Kelahiran kita bukanlah suatu kesalahan atau kesialan. Orang tua (Ayah Ibu kita) mungkin tidak merencanakan kelahiran kita, tetapi Allah merencanakannya. Allah tidak terkejut dengan kelahiran kita. Sesungguhnya, Allah mengharapkan kelahiran kita !
 Allah juga dengan terencana memilih ras Anda. Allah yang menentukan kapan, dimana dan bagaimana kita akan dilahirkan. Dia juga yang menentukan siapa yang akan menjadi orang tua kita.
 Walau ada orang tua yang tidak sah, tetapi di dalam Tuhan TIDAK ADA anak-anak yang tidak sah ! Banyak anak-anak yang tidak direncanakan oleh orang tua mereka, tetapi Allah merencanakan kelahiran mereka !

2. TUHAN yang MEMBENTUK kita “Akulah Tuhan yang … membentuk engkau …
 Kata “membentuk” berbicara tentang dua hal :
 Pertama, tentang bagaimana Allah membentuk kita secara FISIK (Penampilan / bentuk tubuh kita).
Allah yang merancang setiap bagian dari tubuh kita. Warna kulit, bentuk wajah, bentuk hidung, mulut, mata, rambut kita dan semua karakteristik lainnya. Tuhanlah yang membentuk semuanya !
 Kedua, tentang bagaimana Allah membentuk KARAKTER (Kepribadian / Hati kita).
Tujuan Allah membentuk Karakter kita adalah supaya kita menjadi semakin serupa dengan Yesus !
 Russel Kelfer dalam puisinya, menjelaskan bahwa Allah juga memakai pengalaman-pengalaman “traumatis” yang sangat menyakitkan untuk membentuk kita : … “Trauma yang Anda alami tidaklah mudah, dan Allah turut menangis karena trauma itu menyakiti Anda; tetapi semua itu diijinkan Allah untuk tujuan membentuk Anda supaya bertumbuh menjadi seperti Kristus !”
3. TUHAN yang MENOLONG kita “Akulah Tuhan yang menolong engkau. Janganlah takut…”
 Kata “menolong” berbicara tentang “kepastian akan JANJI ALLAH” untuk menolong kita.
 Artinya : Semua yang Allah ijinkan terjadi dalam kehidupan kita, memang TIDAK MUDAH untuk bisa diterima begitu saja. Tetapi Allah mengetahui semua hal ini sejak awal, itulah sebabnya Dia menjanjikan PERTOLONGAN-NYA kepada kita.
 Tidak ada yang KEBETULAN terjadi. Semua ada dalam rencana-Nya. Seperti lagu ciptaan ‘Frangky Sihombing’, dengan iman kita mau berkata : “Semua baik …semua baik…, apa yang telah Kau perbuat di dalam hidupku… Semua baik, sungguh teramat baik…..Kau jadikan hidupku… berarti…. !”
Kesimpulan :
• Pengalaman kelahiran kita, semua diatur dan direncanakan oleh Tuhan. Kita lahir, kita ada karena rencana dan kehendak-Nya.
• Penampilan kita (bentuk fisik) dari tubuh kita, juga Allah yang menjadikan dan membentuknya.
• Bukan karena kebetulan berarti kita harus percaya tentang maksud dan rencana BAIK Allah dibalik semua yang Dia ijinkan terjadi dalam hidup kita.

Sharingkanlah !
1. Tuhan ingin kita MENERIMA dengan percaya dan penuh ucapan syukur tentang pengalaman KELAHIRAN kita : Orang tua yang Dia pilih, Ras (suku/ bangsa kita), Tempat kelahiran (Desa atau Kota). Pernahkan Anda merasa kurang menyukai : Tempat kelahiran Anda ? Orang tua Anda ? atau Ras Anda ? Sharingkan dengan terbuka !
2. Bagaimana dengan bentuk PENAMPILAN fisik Anda ? Pernahkah Anda kurang menyukai bentuk dari beberapa anggota tubuh Anda ? (Warna kulit, bentuk tubuh, wajah Anda, dll.) Sharingkan !
3. Ceritakan bagaimana cara Tuhan membentuk KARAKTER Anda ?
 Cobalah untuk memberi kesimpulan. Pelajaran apa saja yang Anda dapatkan dari pembahasan hari ini? Kemudian hal-hal apa saja yang Anda ingin segera terapkan (dari pembahasan Firman Tuhan diatas ?)

Sumber : Buku Renungan KDT “The Purpose Driven Life”
By. Pdt. Rick Warren

KUASA KEBANGKITAN MEMBERI KEMENANGAN


KUASA KEBANGKITAN MEMBERI KEMENANGAN
I KOR 15 : 55 – 58 = I KOR 2 : 14
Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A

PENDAHULUAN :
1. Paskah Kristus identik dengan HARI KEMENANGAN dalam segala aspek kehidupan orang Kristen. Mengapa ? Karena Kristus telah mengalahkan M A U T dan S E N G A T M A U T !
2. Itulah sebabnya orang kristen yang berada “ DIDALAM KRISTUS “, “ S E L A L U “ berjalan dalam “ K E M E N A N G A N “ ( II Kor 2 : 14 ).
3. Dengan perkataan lain : OK ( Orang Kristen ) BISA memiliki hidup berkemenangan, DAPAT memiliki hidup berkemenangan dan SO PASTI SELALU memiliki hidup berkemenangan.
4. Setiap orang Kristen pasti bisa mengalami dari ke 4 masalah berikut ini :

1. MENANG ATAS KEKECEWAAN, KELESUAN dan KETAKUTAN ( 3 K ) = ( Lukas 24 : 13, 17, 25 – 27, 30 – 33 ) = Baca
A. PROBLEMA : 1. Pemimpin yang dibanggakan sudah mati, tiada, pindah, menghilang, dsb. 2. Sifat ketergantungan pada pemimpin, tidak proaktif dalam bekerja dan melayani, tidak biasa mandiri, sering menimbulkan kelesuan dalam beraktivitas ( Ibadah, Pelayanan, Bekerja / Bisnis, dlsb ). 3. Krisis kasih menyebabkan OK sering dilanda KETAKUTAN ( I Yoh 4 : 18 – 20 )

B. ANDA BISA MENJADI PEMENANG ATAS 3 K, bila :
1) Kita percaya dan menerima dan mengamini FIRMAN ALLAH ( Luk 24:25 – 27 ; Rom 10 : 17 ),
2) Kleopas dan Para Murid MENANG, andapun pasti bisa menjadi PEMENANG ATAS KEKECEWAAN, KELESUAN dan KETAKUTAN ( baca : Rom 8 : 37 ) bahkan anda melebihi dari para pemenang !

2. MENANG ATAS ROH AGAMAWI ( ROMA )
( Baca : Roma 15 : 8 – 10 )
A. PROBLEMA ROMA ( Roh Agamawi / Kemunafikan )
1. Memiliki iman yang kabur, karena tidak sesuai dengan Firman Allah. 2. Bersemangat agama, tetapi tidak berjiwa agama. 3. Sesama agama / jemaat suka membenci, menyiksa dan membunuh ( Contoh : Saulus, sebelum menjadi Paulus ). 4. Mengaku pengikut Kristus dan anggota GSJA tulen, tetapi jarang ke Gereja.

B. ANDA BISA menjadi PEMENANG, bila anda :
1. Aktif mengikuti SOM, untuk mendalami kebenaran Firman Allah ( II Tim 3 : 16, 17 ). 2. Rela dan Rindu untuk mengalami perjumpaan dengan Kristus ( I Kor 15 : 8 – 10 ). 3. Paulus MENANG dari roh Agamawi / kemunafikan, andapun juga pasti bisa menjadi PEMENANG ( Rom 8 : 37 ) untuk menjadi OK yang setia, cinta Tuhan dan Cinta Pelayanan.

3. MENANG ATAS KESEPIAN ( LONELINESS ) dan PATAH HATI ( BROKEN HEART ) ( Baca : Yoh 20 : 13 – 16 )
A. PROBLEMA
1. Putus pacar / ditinggal pacar, cerai – Pasutri, kehilangan Suami / Istri / Anak yang meninggal dunia, Pasutri yang retak, dlsb. 2. karena dosa, kesibukan dalam berbisnis, kehilangan hubungan yang intim dengan Tuhan ( Maria Magdalena = Yoh 20 : 13 – 16 ), dsb.

B. ANDA BISA menjadi PEMENANG, Bila anda :
1. Mencari dan menghampiri Tuhan dengan tekun ( Maria Magdalena yang bertahan didepan kuburan ), tanpa dipengaruhi orang lain. 2. Mengaku dosa, kesalahan, kekhilafan, sikap masa bodoh, dll. 3. Mohon pengampunan yang disertai pernyataan dan komitmen baru untuk melayani Tuhan. 4. Mengalami perjumpaan dengan Yesus berarti bisa mengatasi semua jenis dan bentuk kesepian dan hidup didalam kemenangan.

4. MENANG ATAS KERAGU – RAGUAN dan KETIDAKPERCAYAAN ( Yoh 20 : 25 – 29 )
A. PROBLEMA
1. Ragu dan tidak percaya kepada Tuhan Yesus dan Firman-Nya
2. Karena Tuhan tidak menjawab doa ( istri / suami )

B. ANDA BISA menjadi PEMENANG, bila anda :
1. Mengenal keberadaan dan Sifat – sifat Tuhan. 2. Berdoa dengan sikap dan cara berdoa yang benar. 3. Sebelum kita melihat orang lain berubah, kita harus terlebih dahulu merubah sifat dan karakter kita.

T U H A N M E M B E R K A T I !

P E L A Y A N A N


P E L A Y A N A N

Kita Dibuat dan Diselamatkan Untuk Melayani Tuhan
Kami hanya Pelayan-Pelayan Allah. Kami hanya menyatakan pekerjaan yang ditugaskan Tuhan kepada kami masing-masing.
Saya menanam dan Apolos Menyiram, tetapi Allah sendirilah yang membuat tanamannya tumbuh (I Kor 3:5,6 – BIS)
… Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau Berikan kepadaku untuk melakukannya (Yoh 17:4)

Pendahuluan: Urutan cara memuliakan Allah bukanlah secara kebetulan, tetapi ketiga urutan pertama justru menjadi prasyarat bagi setiap orang yang ingin melayani Allah dan pekerjaan-Nya. Seorang Pelayan Allah harus tahu melakukan “Penyembahan“ kepada Tuhan, agar dia bisa melakukan “Persekutuan” yang sejati dengan keluarga dan orang-orang seiman. Bila ia dapat melakukan persekutuan yang murni dengan sesama, maka ia layak untuk memasuki “SEKOLAH PEMURIDAN KRISTUS” agar ia dapat menjadi serupa dengan Kristus.” Dan apabila ia dapat menjadi serupa seperti Kristus barulah ia layak melakukan “Pelayanan” Pekerjaan Tuhan. Marilah kita simak kiat-kiat Pelayanan yang diperlukan Allah.
1. DICIPTAKAN, DISELAMATKAN, DIPANGGIL, DIPERINTAHKAN UNTUK MELAYANI PEKERJAAN TUHAN
Kita diciptakan adalah untuk melakukan “Pekerjaan Baik,” maksudnya adalah pekerjaan Pelayanan (Ef. 2:10). Kita diselamatkan untuk melayani Pekerjaan Tuhan (II Tim 1:9) atau bukti bahwa kita benar-benar sudah diselamatkan, kita melayani Pekerjaan Tuhan. Kita dipanggil untuk melayani Pekerjaan Tuhan (Ef. 4:4-14; I Pet 2:9). Semua orang Kristen tanpa kecuali dipanggil untuk melayani Pekerjaan Tuhan. Sekarang ada ribuan Gereja yang sekarat, karena orang Kristen yang tidak bersedia melayani. Mereka duduk di Gereja sebagai PENONTON dengan TUBUH ROHANI YANG MENDERITA. Kita diperintahkan untuk melayani Pekerjaan Tuhan (Baca Amanat Agung Tuhan Yesus, Mat. 28:19-20). Pelayanan adalah “Inti Kehidupan Kristen.” Jadi tidak cukup sekedar belajar Firman Tuhan dan Ikut SOM. Belajar tanpa Pelayanan menyebabkan “KEBEKUAN ROHANI,” jadi orang Kristen ES, orang Kristen yang dingin dan kaku. Bila Tuhan akan datang, kita harus mempertanggung jawabkan segala karunia/Talenta/waktu yang Allah karuniakan kepada kita (Roma 12:14).
2. PAHAMILAH JATI DIRI KITA MASING-MASING
Kata SHAPE (Bentuk) yang merupakan akronim dari 5 ciri bentuk Rohani kita, kami ganti dengan istilah Jati Diri. Jati Diri artinya: ciri-ciri, gambaran atau keadaan khusus seseorang akan sesuatu benda atau identitas. Jati Diri kita sebagai Orang Kristen harus dipahami dari sudut Karunia Rohani, Hati, Kemampuan, Kepribadian, dan Pengalaman kita masing-masing. Untuk mengenal jati diri kita, maka kita harus:
01. Menyadari Karunia-Karunia Rohani Kita. Allah memberi Karunia-Karunia Rohani untuk setiap orang agar digunakan untuk pelayanan. Karunia Rohani diberikan Tuhan bukan untuk kepentingan diri kita, tetapi untuk kepentingan /menolong orang lain.
02. Kenalilah Suara Hatimu. Alkitab menggunakan Istilah Hati untuk menggambarkan sekumpulan keinginan, harapan, minat, ambisi, impian dan kasih sayang yang kita miliki. Hati mewakili sumber segala motivasi kita. Hati kita menunjukkan diri kita sesungguhnya (Mat. 12:34; Ams. 4:23; Ams. 27:19).
03. Menerapkan Kemampuan-Kemampuan kita. Kemampuan kita merupakan bakat alami yang di bawa sejak lahir. Semua kemampuan berasal dari Allah. Menurut penelitian, setiap manusia memiliki antara 500-700 kemampuan. Tetapi mungkin belum semua kita gunakan. Setiap kemampuan bisa digunakan untuk Kemuliaan Allah (I Kor. 10:31 – BIS). Oleh Karena itu, tetapkanlah tujuan kita lewat kemampuan kita sebagai “Pembangun Kerajaan” bukan sekedar “Pembangun Kekayaan.” Lakukanlah berbagai Pekerjaan sesuai dengan kemampuan kita (1 Pet. 4:10).
04. Gunakanlah Kepribadian Kita. Kita adalah mahluk yang unik artinya, tidak ada duanya. Kita berbeda dengan orang lain. Allah dapat menggunakan semua kepribadian kita. Allah menyukai keberagaman. Gunakanlah kepribadian SANGUIN, KHOLERIK, MELANKOLIK, PHLEGMATIK untuk Kemuliaan Allah.
05. Manfatkan Pengalaman-Pengalaman Kita. Banyak kali kita dibentuk oleh pengalaman-pengalaman kita (Baca: Roma 8:28,29) “Experience is the best Teacher” (Pengalaman adalah Guru yang paling baik), supaya kita tidak terjatuh pada tempat, kondisi, situasi buruk yang sama. Kita punya pengalaman dalam bidang keluarga, pendidikan, pekerjaan Rohani, Pelayanan dan Pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Pengalaman yang menyakitkan yang paling Allah pakai untuk mempersiapkan diri kita bagi pelayanan. Allah tidak pernah mengijinkan suatu luka hati/batin terjadi tanpa SUATU TUJUAN. Sebetulnya pengalaman kita yang terbesar adalah berasal dari luka hati/batin terbesar kita, supaya kita bisa melayani orang yang memiliki masalah yang sama (Baca bersama-sama II Kor 1:4 – BIS)
3. CIRI-CIRI PELAYANAN YANG SEJATI (Mark. 10:43)
Tuhan mengukur kebesaran seseorang dari segi Pelayanan, bukan Status/Jabatan. Allah menentukan kebesaran kita berdasarkan banyaknya orang yang kita layani, bukan berdasarkan banyaknya orang yang melayani kita. Ciri-cirinya adalah:
(1). Rela memberikan diri untuk melayani (II Tim 2:4); (2). Memperhatikan kebutuhan orang lain tanpa menunda (Ams. 3:8-BIS). Motto Pdt. John Wesley adalah “Kerjakan semua hal yang baik, yang anda bisa, dengan sarana yang anda bisa, di semua tempat yang anda bisa, pada semua waktu yang anda bisa, kepada semua orang yang anda bisa, sepanjang anda bisa.”Caranya: Mulailah mencari tugas yang kecil yang tidak seorangpun ingin mengerjakannya, karena Allah sedang mengamati saudara.. (3). Melakukan yang terbaik dengan apa yang saudara miliki. (4). Mengerjakan setiap tugas dengan penuh dedikasi (penyerahan diri). (5). Setia pada Pelayanan kita (Mat. 25:23). (6). Tetaplah Rendah Hati (I Pet 5:5 – BIS)

Disampaikan oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A

CIRI – CIRI OK YANG PEDULI = Matius 9 : 36 Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A


CIRI – CIRI OK YANG PEDULI = Matius 9 : 36
Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A

I. MENGALAMI ANUGERAH PENGAMPUNAN, KELEPASAN, DAMAI SEJAHTERA dan HIDUP KEKAL DARI TUHAN.
A. KONDISI ROHANI KITA
1. DULU KITA : ( 1 – 5 = Efs 2 : 1 – 3 )
1. Sudah mati karena DOSA
2. Pengikut jalan Dunia + Penguasa Kegelapan
3. Orang-orang durhaka
4. Orang – orang jahat
5. Hidup dengan Hawa nafsu kedagingan.
6. Tidak memiliki Kebenaran ( Roma 3 : 10 )
7. Penuh dosa dan kehilangan kemuliaan Allah ( Roma 3 : 23 )
8. Upah dosa kita Maut ( Roma 6 : 23 a )
9. Paling hina dan paling berdosa ( I Kor 15 : 9 ; I Tim 1 : 15, 16 )
2. SEKARANG KITA :
1. Telah diampuni dan disucikan oleh Tuhan ( I Yoh 1 : 9 ), beroleh kelepasan dan keselamatan ( Efs 2 : 4,8 ).
2. Memiliki hidup kekal ( Roma 6 : 23 b )
3. Orang-orang merdeka dari dosa ( Roma 6 : 18 )
4. Menjadi orang – orang benar ( Roma 5 : 18, 19 )
5. Menjadi anak – anak Allah ( Yoh 1 : 12 )
6. Memiliki jaminan surga ( Efs 2 : 6 )

B. ALASAN KITA DISELAMATKAN
1. Karena Allah sangat peduli kepada kita ( Mat 9 : 36 )
2. Karena Allah sangat mengasihi kita dengan limpahnya ( Efs 2 : 4,5 )
3. Karena Allah berkehendak, agar kita semua diselamatkan ( I Tim 2 : 4 )

II. BERJIWA KEMANUSIAAN ( Lukas 10 : 29 – 31 )
1. Manusia sayang kepada anaknya
2. Manusia merasa hidupnya senasib dan sepenanggungan dalam level kehidupan ekonomi dan kehidupan bermasyarakat.
3. Karena merasa satu suku, satu RAS, 1 RT/RW, 1 Bangsa, 1 Budaya, 1 Lingkungan Masyarakat

III. BER – “ EMPATI “
1. EMPATI adalah kemampuan merasakan ( ke dalam ) kebutuhan aspirasi, kekecewaan, kegembiraan, kesedihan, kemalangan, dukacita, kehilangan seseorang / sesuatu dan rasa terluka dari orang lain sebagai miliknya sendiri.
2. Berjiwa perasaan terhadap tanggungan, beban, rasa sakit yang dialami orang lain dan berkeinginan untuk menolong,
Membantu dan mengatasi masalah mereka.

IV. MURAH HATI = Matius 5 : 7
1. Mudah dan selalu melepaskan pengampunan kepada siapapun, demi untuk mentaati ajaran Kristus sampai 70 x 7 x ( Matius 18 : 20, 21 )
2. Mudah memberi pertolongan ( Ringan Tangan ) baik dalam bentuk keuangan, materi, pikiran, waktu, tenaga dengan penuh kasih dan iba terhadap orang lain yang menderita, karena dosa, musibah, penyakit, kekurangan, dll.
3. Biasanya mereka membantu tanpa memandang suku, bangsa, agama dan aliran gereja.
4. Mereka selalu suka memberi dan memberi dan akan terus memberi ( Dermawan, Philanthropist )
….kita harus membantu Orang-Orang Lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia mengatakan :
“ Adalah lebih berbahagia MEMBERI, dari pada MENERIMA “ = KPR 20:35
5. Mereka yang murah hati dihadapan Allah akan mendapat kemurahan ( Berkat yang melimpahan ) dari Allah ( Matius 5 : 7 ; Luk 6 : 36 )
6. Lawan MURAH HATI adalah MAHAL HATI alias PELIT, LOKEK, STINGY.

V. PENUH BELAS – KASIHAN ( Compassion = Luk 15:20 )
1. Belas kasihan atau Kasih sayang adalah Pemberian Kasih dari Atasan kepada Bawahan yang sama sekali tidak layak menerimanya, terutama untuk mereka yang BERDOSA dan SENGSARA
2. Bhs Gerika : OIKTEIRO = Jatuh Belas Kasihan, Suatu perasaan sedih / haru / pilu melihat penderitaan orang lain, seperti yang amat dirasakan oleh hati Tuhan sendiri ( God’s Compassion ) = Roma 9 : 15
3. Belas kasihan yang murni / sejati adalah selalu / harus disertai dengan tindakan / perbuatan untuk menolong, membantu, memberi sumbangan, dan berkat ( Mat 9 : 36 )
4. Tindakan Belas Kasihan Yesus
1. Lalu menjamah mata dan menyembuhkan orang buta (Mat20:34)
2. dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit ( Mat 14:14 )
3. Lalu….menjamah orang itu… lenyaplah penyakit kusta orang itu (Mark 1:40-42 )
4. Lalu….Ia menyentuhnya…maka bangunlah orang itu…( Luk 7:14 )
5. Para nabi dalam PL, mengajarkan agar setiap orang yang mengalami Kepedulian / Belas Kasihan dari Allah, wajib menunjukkan belas kasihan itu kepada orang – orang yang membutuhkannya, terutama anak yatim piatu, janda miskin dan orang – orang asing ( Ulangan 10 : 17 – 19 ; Ulangan 24 : 17 – 22 = Baca )
 Amsal 19:17 = yang menaruh belas kasihan kepada orang lemah, “ MEMIUTANGI ALLAH ” yang
membalas perbuatanya itu.

DIPEDULIKAN UNTUK MEMPEDULIKAN ( CARED TO CARE ) Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A


PENDAHULUAN :
1. Dibulan KEPEDULIAN ini ( Juni ), kita diajak untuk belajar memasang telinga dan mata dengan penuh kejelian dalam memperhatikan, mempedulikan, memelihara, mengawasi, memantau, mengorbankan perasaan sambil memberi pertolongan bantuan, uluran tangan tanpa pamrih agar orang lain dapat menikmati kebahagiaan hidup, kelepasan dari dosa dan maut, damai sejahtera, sukacita, pemulihan, dsb.
2. Namun, tidak ada seorangpun yang dapat mengerti nilai kepedulian dan menaruh peduli terhadap orang lain secara murni, kecuali ia pernah merasa DIPEDULIKAN dan menikmati ARTI Mulia suatu KEPEDULIAN yang murni.
3. KEPEDULIAN yang murni, kita rasakan tatkala kita pernah menjadi seorang yang paling HINA, paling BERDOSA ( Baca : I Tim 1:15, 16 ), tanpa martabat, SEKARAT ( Luk 5:18 ), PAPA ( Baca : Luk 15:16, 17 ), Terbelenggu ( KPR 16 : 22 – 24 ), ADDICTED, TERISOLASI / TERBUANG ( Baca : Mat 8:28 ), Stres dan Distres, dlsb, dan tidak lagi memiliki daya untuk mengatasi, mengobati, melepaskan dan menyelamatkan diri, lalu KRISTUS datang dengan penuh kepedulian dan kasih sejati untuk menyambut, merangkul, menyelamatkan dan memulihkan diri kita melalui pengorbanyan-Nya di Kayu Salib Golgota.
4. Untuk membalas kasih dan kepedulian Kristus, kita harus menunjukkan rasa kepedulian kita terhadap orang lain sebagai IBADAH dan UCAPAN SYUKUR kita kepada Tuhan Yesus.

I. RAHASIA KEBERHASILAN PELAYANAN KEPEDULIAN :
1. Kita HARUS SUNGGUH-SUNGGUH memiliki RASA PEDULI ( GR: SPOUDE= EARNEST CARE ). ( II Kor 7:11, 12 ; Baca II Kor 8:16 ). Kesungguhan Peduli dinyatakan dengan cara BERSEGERA ( tidak ditunda ), penuh SEMANGAT dan dengan TEKUN, agar orang lain dapat diselamatkan dari berbagai penderitaan. TIME IS CARING !! ( WAKTU adalah KEPEDULIAN )
2. Kita harus dapat merasakan segala KEKHAWATIRAN, KETAKUTAN dan KEGELISAHAN dalam diri kita ( ANXIOUS CARE ) apabila orang lain tsb tidak segera kita tolong. ( II Petr 5:7 ; I Kor 7:32 ). Karena efeknya mungkin mereka akan mengalami kecelakaan, bangkrut, Tergoda pindah agama, Kehancuran, Kematian atau dipaksa nikah / Cerai/ minum miras/ kedukun/ kepelacuran, dll.
3. Kita tidak hanya PEDULI melalui perasaan dan pikiran, tetapi juga melalui TINDAKAN pertolongan pertama, termasuk biaya perawatan ( Luk 10:34, 35 : ” Peduli orang Samaria yang baik ” )
4. Kita harus memiliki RASA BELAS KASIH ( COMPASSION ) ( Baca: Mat 9:36 ). Justru hal ini menjadi syarat utama untuk seseorang melaksanakan wujud kepeduliannya terhadap orang lain.

Bila saja setiap jemaat memiliki ke 4 Rahasia Keberhasilan dalam melakukan kepedulian terhadap orang yang menderita, broken, peragu, terhilang, pastilah nama Tuhan DIPERMULIAKAN, dan banyak jiwa baru dengan cepat bergabung / masuk gereja, sehingga gereja mengalami pelipat-gandaan ( Multiplikasi ) jumlah keanggotaan.
Oleh karena itu, marilah kita balas kepedulian Kristus kepada kita dengan peduli terhadap orang
lain, dengan cara :

II. BENTUK – BENTUK PERWUJUDAN KEPEDULIAN :
1. Meningkatkan doa syafaat bagi orang lain melalui kartu-kartu doa ( nama ) dan kartu-kartu doa permintaan jemaat. ( I Tes 1 : 2 ; Baca Kol 1 : 9 – 10 )
2. Meningkatkan Pelayanan Tim Visitasi / Perkunjungan ( Huis Bezoek ) melalui komisi-komisi masing-masing atau melalui KOLING ( Komando Lingkungan ) bagi AREA – AREA komsel
3. Melaksanakan tugas P.I agar banyak orang / jiwa yang diselamatkan dari dosa, tatkala mereka menerima Kristus.
4. Mengumpulkan Dana / sembako untuk menolong masyarakat Pra-Sejahtera, yang dilanda bencana alam, para Pdt. Perintis, biaya Pembangunan Gereja, dlsb.
KEPEDULIAN anda harus dimulai dengan : 1. ( Utama ) ISTRI / SUAMI dan ke 2. ANAK. Setelah sukses peduli terhadap keluargamu, teruskan unjuk pedulimu kepada orang lain. Tuhan memberkati !