Maria Agustina Tobing ~ semua hal yang berhubungan denganku.

DISIPLIN PRIBADI SEORANG PEMIMPIN Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A


DISIPLIN PRIBADI SEORANG PEMIMPIN
Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A

Pendahuluan :
Pdt. DR. John C. Maxwell menyatakan bahwa Label Harga Kepemimpinan adalah “Disiplin Pribadi.” Kemenangan Pertama dari para Pemimpin Besar di dunia adalah Kemenangan Menaklukan diri. Hanya orang yang memiliki disiplin pribadilah yang dapat menaklukkan dirinya, mengendalikan dirinya atau memerintah dirinya.

PROSES UNTUK MENGEMBANGKAN DISIPLIN PRIBADI

1. MULAILAH DENGAN DIRI ANDA SENDIRI
Kegagalan orang yang berpotensi besar biasanya gagal karena persoalan di dalam diri pribadinya (masalah pribadi) dibandingkan dengan persoalan di luar. Orang – orang bijaksana selalu ingin menaklukkan dirinya sendiri sebelum dan sementara menaklukan dunia. Oleh karena itu, apa dan siapakah musuh dalam diri Saudara yang harus Saudara taklukkan. Tulislah Jawabannya.

2. MULAILAH LEBIH AWAL
Kerja Keras adalah kumpulan hal – hal mudah yang tidak anda lakukan ketika seharusnya anda lakukan. Dan hasil yang paling berharga dari semua pendidikan adalah kemampuan membuat diri Anda melakukan hal – hal yang harus anda lakukan, apakah anda menyukainya atau tidak, itu adalah Pelajaran Pertama yang Harus diambil.

3. MEMULAI SECARA KECIL – KECILAN
Caranya :
a. Daftar 5 bidang dalam Kehidupan Saudara yang kurang disiplin
b. Mintalah seorang memberikan model ciri khas sikap hidup yang HARUS Saudara Pertanggung Jawabkan.
c. Pada Malam hari, evaluasilah diri Saudara, apakah kelemahan Saudara dalam mendisiplin diri sudah mulai berkurang.
d. Bacalah buku atau dengarkanlah Kaset tentang cara mendisiplin diri. Ben Franklin, ”Lebih Mudah menekankan KEINGINAN PERTAMA dari pada MEMENUHI semua keinginan yang mengikutinya.”

4. MULAILAH SEKARANG
Menunda berarti memperlambat kematangan dalam memiliki disiplin diri. Mulailah sekarang di tempat di mana Saudara berada (di rumah, di kamar, di kelas, di kantor, di pasar, di Gereja, di Komsel, di jalan raya dengan mentaati rambu-rambu lalu lintas, dsb).

5. ORGANISIRLAH DIRI / KEHIDUPAN ANDA
Buatlah Jadual harian untuk hari ini dan besok hari. Bila anda memiliki kebiasaan mengorganisir kehidupan, anda akan mempunyai kekuatan istimewa. Anda akan berjalan dengan rasa pasti akan Tujuan Hidup dan Kegiatan. Prioritas Kegiatan hidup menjadi Jelas. Orang lain akan mempercayai janji anda, karena anda mengikuti / mentaati aturan perjanjian.

LANGKAH – LANGKAH UNTUK MENJADI PEMIMPIN YANG BERTANGGUNG JAWAB

O.J. Simpson berkata : ”Hari ketika anda mengambil Tanggung Jawab Penuh untuk diri sendiri, Hari ketika anda Berhenti membuat dalih, itulah Hari ketika anda Mulai Menuju Puncak”

1. BERTANGGUNG JAWABLAH UNTUK APA YANG BISA ANDA LAKUKAN
Lakukanlah pekerjaan sampai selesai. Usahakanlah agar pekerjaan Saudara jangan sampai seringkali diperiksa, dilihat ulang, ditegur berkali-kali. Orang seperti ini biasanya gagal dalam memegang kendali tanggung jawab

2. BERTANGGUNG JAWAB UNTUK APA YANG ANDA TERIMA
Yesus berkata, ”Sebab orang yang sudah diberi banyak, dari dia juga akan dituntut banyak.” Waktu, Tenaga, Talenta, Karunia, Jabatan, Tugas yang diberikan kepada anda satu kali kelak harus dipertanggung jawabkan kepada Pimpinan dan Tuhan.

3. BERTANGGUNG JAWABLAH KEPADA MEREKA YANG ANDA PIMPIN
Pemimpin besar tidak pernah menempatkan dirinya di atas para pengikutnya, kecuali dalam memikul tanggung jawab. Pemimpin bertanggung jawab kepada mereka yang dipimpinnya, karena disiplin dan kepemimpinan pemimpin harus diuji kelayakannya. Apakah ia memimpin secara semborono, kurang disiplin dan kurang bertanggung jawab, dlsb. Lakukanlah kepemimpinanmu demi mereka, demi jemaat, demi murid SM dan demi anggota kelompokmu, dlsb.

MENGEMBANGKAN INTEGRITAS

Integritas berarti Keutuhan (Wholeness), Keseluruhan (Entireness), Kesempurnaan / Kelengkapan (Completeness), Kejujuran (Honesty) dan Ketulusan (Sincerity). PDL : Integritas adalah suatu tertib kehidupan di mana terdapat keutuhan, kesempurnaan, kejujuran dan ketulusan hati dalam hubungan antara kata / ucapan dengan perbuatan.
Integritas merupakan jenis Kualitas paling penting bagi suksesnya pengabdian seorang Pemimpin Besar, apalagi pemimpin biasa. Cara mengembangkan Integritas moral seorang pemimpin adalah dengan melaksanakan 5 pernyataan penting berikut ini :

1. SAYA AKAN MENGAMALKAN APA YANG SAYA AJARKAN / KHOTBAHKAN

2. SAYA AKAN MELAKUKAN APA YANG SAYA KATAKAN
Salah satu CACAT WATAK atau DOSA TAK TERAMPUNKAN yang universal yang selalu mengakibatkan KEJATUHAN seorang Pemimpin adalah ”MENGHIANATI KEPERCAYAAN,” yaitu tidak melakukan sesuatu yang dijanjikan

3. SAYA AKAN JUJUR DENGAN ORANG LAIN
Kepercayaan dan Kejujuran adalah SARANA yang memungkinkan individu dapat bekerja sama, sehingga mereka bisa makmur / berhasil bersama

4. SAYA AKAN MENDAHULUKAN APA YANG PALING BAIK BAGI ORANG LAIN SEBELUM APA YANG TERBAIK BAGI SAYA.
Bila kita mendahulukan kepentingan terbaik Organisasi / Gereja sebelum kepentingan kita pribadi, berarti kita memelihara integritas dengan orang yang mempekerjakan kita. Bila kita mendahulukan kepentingan Jemaat / Anggota Kelompok yang bekerja / melayani dengan kita, kita sedang mengembangkan Persahabatan dan Loyalitas
5. SAYA AKAN TERBUKA DAN RENTAN

TERDORONG OLEH WATAK ATAU TERDORONG OLEH EMOSI

NO W A T A K E M O S I
1 Melakukan yang benar, kemudian merasa senang Merasa senang, kemudian melakukan dengan benar
2 Membuat keputusan berdasarkan prinsip Membuat keputusan berdasarkan popularitas
3 Tindakan mengendalikan sikap Sikap mengendalikan tindakan
4 Mempercayai kemudian melihatnya Melihatnya, kemudian mempercayainya
5 Menciptakan Momentum Menunggu Momentum
6 bertanya : “Apa tanggung jawab saya?” Bertanya “Apa hak-hak saya?”
7 Meneruskan ketika masalah timbul Berhenti ketika masalah timbul
8 Selalu mantap Bersikap Murung
9 Merupakan Pemimpin Merupakan Pengikut

Bibliografi : “Mengembangkan Kepemimpinan di dalam Diri Anda” By. DR. John C. Maxwell, 1995.

MEMBANGUN RUMAH TANGGA KRISTEN BAHAGIA ( Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A.)


Pendahuluan
Musuh utama si setan adalah keluarga Kristen. Keluarga Kristen yang tidak menyadari akan hal ini, tidak mengijinkan keluarganya mendapat perlindungan dengan darah Kristus dan mendapat pembinaan melalui gereja setempat. Oleh karena itu acara / kegiatan Marriage Encounter sangat diperlukan untuk diselenggarakan oleh setiap gereja lokal.
Selama seminar keluarga ini kita akan membahas arti dan tujuan pernikahan, alasan dibentuknya suatu Rumah Tangga Kristen , Peran suami / Istri, resep R.T Kristen yang bahagia, empat bahaya yang menghancurkan R.T Kristen, Ekonomi keuangan Rumah Tangga Kristen, Manajemen Konflik, dsb.

I. ARTI DAN TUJUAN PERNIKAHAN KRISTEN
Apakah definisi pernikahan itu ? Setelah banyak merenung dan berdoa, Tuhan memberikan kepada saya suatu definisi meskipun cukup panjang tetapi lengkap untuk mudah dimengerti oleh siapapun.
”PERNIKAHAN KRISTEN ADALAH IKATAN DAN PERSEKUTUAN HIDUP YANG MENYELURUH ( TOTAL ) DARI SEORANG PRIA (SUAMI) DENGAN SEORANG WANITA (ISTRI) YANG TELAH DITEGUHKAN ALLAH DALAM PERNIKAHAN KUDUS; YANG MELIPUTI ROH, JIWA DAN TUBUH; MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG ( SAMPAI SALAH SEORANG MENINGGAL DUNIA ), DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBENTUK SECARA BERTANGGUNG JAWAB SUATU RUMAH TANGGA KRISTIANI YANG KUDUS, HARMONIS, DAN BAHAGIA SERTA MEMULIAKAN DAN MELAYANI TUHAN.” ( Micha N.L. Tobing).

1. IKATAN adalah istilah Hukum, artinya Pernikahan harus diikat dan didasarkan atas Hukum Allah dan Hukum Negara (catatan sipil).
2. PERSEKUTUAN adalah istilah Kristen/ Alkitab yang mengandung arti kesatuan, kebersamaan, keakraban, hubungan saling….antar Suami Istri yang didasari oleh Kasih Kristus ( Baca I Petrus 3:7-9 + Kol 3:14)
3. SEORANG PRIA DAN SEORANG WANITA untuk menentang pernikahan Poligami dan Homoseksual / Lesbian ( baca I Tes 4:4 )
4. DETEGUHKAN OLEH ALLAH dalam pernikahan yang kudus artinya disahkan oleh Allah dalam acara peneguhan dan pemberkatan nikah oleh gereja. Hidup sebagai Suami Istri yang belum diteguhkan oleh Tuhan melalui gereja adalah tidak sah, tidak berkenan dihati Tuhan, suatu bentuk perjinahan / kenajisan dan permusuhan dengan Allah ( Kel 20:14 dan Yak 4:4 ). Kata tidak setia (Baca Yak 4:4 ) dalam bahasa Mandarin, Inggris dan Gerika ditulis dengan arti sebenarnya sebagai penjinah (Bhs Gerika: Moichalis ) dan tindakan/ perbuatan jinah tersebut menurut Yakobus 4:4 adalah tindakan / perbuatan yang memusuhi Allah. Saudara dapat membayangkan, bila seorang begitu berani memusuhi Allah, ia pasti akan merasakan efek negatif. Nasehat kami jangan dahulu/ coba-coba untuk kumpul bersama (kumpul Kebo ), tidur bersama dsb. Tunggulah sampai hari pernikahan yang dilaksanakan oleh gereja.
5. MELIPUTI ROH, JIWA DAN TUBUH. ROH berbicara mengenai iman kepada Tuhan Artinya kedua mempelai harus satu Iman, satu Tuhan, lebih baik lagi satu gereja. Jangan menikah dengan calon Istri / Suami dari agama lain. JIWA berbicara mengenai kehendak, kemauan yang didasari atas saling mencintai. Jangan menikah karena paksaan dari ortu atau calon teman hidup dsb. TUBUH berbicara mengenai hubungan tubuh/ jasmani/ seksualitas. Pada awal pernikahan, mobilitas seksual cukup tinggi dan cukup sering dilakukan, tetapi setelah 5, 10, 20 tahun kelihatannya mobilitas seksual sudah mulai berkurang, malah ada yang sudah 8 tahun tidak lagi berhubungan seksual, padahal kesetiaan, kebahagiaan dan kenikmatan hubungan pasutri harus juga selalu dibarengi dengan melakukan hubungan intim suami istri ( Seksual ).
6. SAMPAI SALAH SEORANG MENINGGAL DUNIA, maksudnya adalah agar hidup nikah harus selalu dipupuk dengan Kasih Kristus, agar jangan tejadi perceraian dengan Suami / Istri sebelum salah seorang meninggal dunia ( Baca : Maleakhi 2:16 )
7. RUMAH TANGGA YANG BERTANGGUNG JAWAB, maksudnya bertanggung jawab atas keperluan jasmani, jiwani/ batin dan rohani.
8. MEMULIAKAN DAN MELAYANI PEKERJAAN TUHAN ( Baca: Yosua 24: 15 ). Pasutri yang tidak beribadah ( jarang kegereja) dan tidak terlibat pelayanan rasanya belum serasi dan belum mencapai tujuan pernikahan tersebut.

Saudara kekasih, saya tidak memberatkan saudara dengan uraian arti dan tujuan Pernikahan Kristen yang sesungguhnya, tetapi inilah Firman Allah yang harus anda indahkan. Yesaya 48: 18 ( tandai dalam Alkitab-mu) mengatakan:

” SEKIRANYA ENGKAU MEMPERHATIKAN PERINTAH-PERINTAHKU, MAKA DAMAI SEJAHTERAMU AKAN SEPERTI SUNGAI YANG TIDAK AKAN PERNAH KERING, DAN KEBAHAGIAANMU AKAN TERUS MELIMPAH SEPERTI GELOMBANG-GELOMBANG LAUT YANG TIDAK PERNAH BERHENTI ”.

II. ALASAN PERNIKAHAN KRISTEN, supaya kita :
1. Diselamatkan dari RASA KESEPIAN yang tak tertahankan ( Kej 2 : 18 )
2. Dapat melatih, mempratekkan dan menerapkan nilai-nilai saling dan kebersamaan ( Fil 2 : 1-5 ) Eps 5 :33, I Pet 3: 8-9 ( konteks ayat 1-7 )
3. Dapat menghayati kebahagiaan seksualitas dan melalui hal tersebut dapat memberikan dan menerina kenikmatan dan kepuasan bersama ( I Kor 7 : 3-5 )
4. Dapat belajar bertanggung- jawab dalam memelihara dan membahagiakan istri dan anak ( Ams 18 : 22 ; 31 : 10 – 31 )
5. Dengan kehendak Allah bisa mendapatkan keturunan ( Regenerasi ) ( Kej 1 : 28 = ” Beranak- cuculah ……… ” )
6. Dapat belajar bertanggung – jawab untuk membesarkan, memelihara, mendidik, membina anak- anak sehingga bertumbuh secara jasmani, jiwani, dan rohani ( Ul 6: 6 – 9 ; Maz 78 : 5 – 7 )
7. Dapat menyelamatkan keluarga dari penyakit kelamin yang membahayakan diri mereka dan janin yang akan dilahirkan dan menghindari kelahiran anak diluar pernikahan ( dengan WIL / PIL / Kumpul Kebo )
8. Dapat menjadi satu sel dari suatu kehidupan masyarakat di negara kita

III. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SUAMI / ISTRI
A. SANG SUAMI / AYAH :
1. MENGASIHI DENGAN KASIH AGAPE ( Eps 5 : 25 a )
1) Sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat ( Eps 5 : 25 b )
1. Suami harus berkorban dan menyerahkan dirinya untuk istri ( Eps 5 : 25 c )
2. Suami harus mengasihi istri seperti tubuhnya sendiri
 Menerima dia sebagaimana adanya
 Tidak memukul / menyakitinya / berlaku kasar ( Kol 3 : 19 )
 Menyediakan keperluan jasmani dan memeliharanya
3. Rela merendahkan diri kepadanya dan melayani dia ( Eps 5 : 21 )
2) Ingin dan berusaha agar istri ” Cemerlang ” , tanpa cacat, kudus, dan tak bercela ( Eps 5 : 26 – 27 ), supaya dengan demikian bisa :
1. Mencapai sasaran untuk kehidupannya
2. ” Terpenuhi ” dalam peranannya sebagai ibu rumah tangga
3. Bertumbuh dan terampil dalam pelayanan
3) Memprioritaskan hubungannya dengan istri ( Eps 5 : 31 ) daripada dengan ORTU, anak- anak, sahabat dekat, karier dan pelayanan
4) Hidup secara harmonis dan bijaksana dengan istri dan menghormatinya ( I Pet 3 : 7 ) serta menghargai anak – anak.
5) Mengasihi, peduli dan turut membina anak – anak ( Ul 6 : 6 – 9 )

2. SEBAGAI KEPALA RUMAH TANGGA YANG BERTANGGUNG- JAWAB KEPADA
KRISTUS ( I Kor 11 : 3 ; I Tim 3 : 4 , 5 )
Sebagai kepala rumah tangga, suami harus bertindak / melakukan tugasnya :
1) Sebagai IMAM dalam keluarga ( PRIEST )
1. Mengucap syukur kepada Tuhan ( Ibr 13 : 15 )
2. Menaikkan doa syafaat untuk istri dan anak-anak ( Ayub 1 : 4,5 )
3. Membuka jalan untuk keselamatan keluarga ( Kel 1 : 3, 22, 23 )
4. Menerapkan IMAN bagi keluarganya ( Mark 9 : 23, 24 )
5. Memimpin ” MEZBAH KELUARGA ( FAMILY ALTAR ) ”.
2) Sebagai NABI dalam keluarga ( PROPHET )
1. Mewakili Tuhan melalui TELADAN KRISTIANI
2. Mewakili Tuhan melalui pengajaran FIRMAN TUHAN
3. Menyelamatkan keluarga melalui nasehat, peringatan, teguran, awasan dan dorongan dari Firman Tuhan.
4. Mendidik istri dan anak-anaknya ( Ul 6 : 6 – 9 )

3) Sebagai RAJA dalam keluarga ( KING )
1. Melindungi keluarga secara jasmani, sosial dan rohani
2. Mencukupi keperluan ( Sandang , Pangan , Papan ) bagi keluarga.
3. Menjalankan disiplin bagi keluarga
4. Bertanggung jawab dalam pembuatan keputusan – keputusan keluarga.
B. SANG ISTRI / IBU, harus :
1. TUNDUK kepada SUAMI ( Efs 5 : 22 – 24 ; Kol 3 : 18 )
Istri harus memandang suami sebagai Kepala Rumah Tangga ( Eps 5 : 23 ) ; sebagai Penyelamat ( Eps 5 : 23, 28, 29 ) ; dan sebagai Tuan ( I Pert 3 : 16 )
2. Mengasihi suami ( Titus 2 : 4 )
3. Menjadi PENOLONG yang sepadan bagi suami ( Kej 2 : 18 )
1) Dalam kebutuhan spiritual ( Kerohanian ) = mendoakan suami
2) Dalam kebutuhan Intelektual ( Penalaran ) = berdiskusi dengan suami
3) Dalam kebutuhan emosional ( Perasaan ) = berbuat apa yang menyenangkan hati suami. dengan cara menciptakan rumah tangga yang serasi dan menggembirakan
4. Menghormati Suami ( Efs 5 : 33 ; Ams 31 : 26 )
5. Terbuka sepenuhnya kepada suami ( Kej 2 : 25 )
6. Menyerahkan tubuhnya kepada suaminya ( I Kor 7 : 3 – 4 )
7. Sebagai Ibu Rumah Tangga :
1) Dapat mengatur diri ; untuk menjadi mahkota suami ( Ams 12 : 14 ), tetap menarik dan saleh ( I Petr 3 : 1 – 6 )
2) Dapat mengatur pekerjaan rumah tangga seperti, mengatur PRT, kebersihan rumah tangga, dsb. ( Ams 31 : 10, 15, 21, 22, 27 )
3) Dapat mengatur sumbangan bagi fakir miskin dan orang tertindas ( Ams 31 : 20 )
4) Penuh perhatian terhadap anak-anak dengan cara : ( 1 ). Menerima dan mengasihi anak, ( 2 ). Menjaga dan merawat anak, ( 3 ). Mendidik anak ( Ams 31 : 26 ), (4 ). Mendoakan anak, ( 5 ). Menjadi teladan Iman, kesalehan dan ibadah dihadapan anak-anak.

IV. RESEP UNTUK PERNIKAHAN YANG MESRA
Agar kehidupan nikah orang Kristen tidak pudar, melainkan bertambah hari menjadi lebih sehat, mesra dan bahagia, kita harus dapat memberikan yang THE BEST ( terbaik ) kepada pasangan kita. The Best dimaksud adalah MEMBERKATI (blessing ), MEMBANGUN (Edifying ), MEMBAGI
(Sharing ) dan MENYENTUH (Touching).
1. MEMBERKATI (Blessing ). (Rom 12: 14, MaT 5:44 )
Prinsip memberkati merupakan prinsip yang Alkitabiah dan orang Kristen diperintahkan untuk mempraktekkannya, demi untuk mengatasi masa-masa sulit dalam pernikahan. Praktek ini akan mengakhiri kata-kata tajam yang merusak.

Cara membuktikannya adalah:
1. Melalui kata-kata anda yang BAIK dan penuh KASIH yang diucapkan kepadanya atau mengenai dirinya, sekalipun pasangan anda kasar, kritis dan menghina.
2. Melalui TINGKAKAH LAKU anda sebagai tanda KASIH
3. Melalui penyampaian SIKAP BERTERIMAKASIH dan sikap MENGHARGAI
4. Melaui DOA anda kepada Allah demi kepentingannya.
Oleh karena itu para suami- istri hendaklah saling memberkati
2. MEMBANGUN ( Edifying )
Maksudnya adalah memberinya SEMANGAT dalam setiap bidang kehidupan dan meningkatkan RASA HARGA DIRINYA. Caranya:
1. Mengejar dan menciptakan suasana DAMAI SEJAHTERA ( Baca : Rom 14:19 )
2. Mengusahakan KESENANGAN SESAMA ( Baca : Rom 15:2 )
3. Memberi NASEHAT ( Baca: 1 Tes 5:11 )
Dalam I Kor 8:1 ( Baca), diringkaskan bahwa ” KASIH ITU MEMBANGUN ” Ingat membangun berarti menegakkan, bukan meruntuhkan ! Membangun harus mulai dari pikiran ( Filipi 4:8), baru tindakan.

3. MEMBAGI ( Sharing )
Sharing atau lebih tepatnya berarti ” BERBAGI ” yang dapat menyentuh semua bidang kehidupan, baik bidang WAKTU, AKTIFITAS, KEPENTINGAN, PERHATIAN, KEHIDUPAN ROHANI, TUJUAN dan SASARAN KELUARGA ANDA. Berbagi menuntut sikap memberikan diri Anda sendiri, mendengarkan pasangan Anda dan saling berbagi pengalaman hidup. Bagikanlah pengalaman berkat, perasaan duka, kesaksian bahkan sesuatu (makanan, dll ) untuk dapat dinikmati bersama.

4. MENYENTUH ( Touching )
Sentuhan yang lembut dapat berarti bahwa kita diperhatikan. Sentuhan dapat menenangkan RASA TAKUT meredakan RASA SAKIT, membawa KENYAMANAN atau memberi KEPUASAN. Bagi pasangan suami –istri, sentuhan harus lebih banyak dilakukan. Bagi yang belum menikah, harus dibatasi dengan sesama jenis. Ketika kita hendak memberikan kata-kata penghiburan, atau secara UMUM, sentuhan yang dapat diterima adalah JABATAN TANGAN dan MENEPUK PUNDAK.

V. EKONOMI KEUANGAN RUMAH TANGGA
Kerukunan keluarga dapat tercipta juga bila keluarga saling terbuka dan sehati dalam mengatur keuangan keluarga. Bila hal tersebut diremehkan, bisa menimbulkan kecurigaan, percekcokkan dan ketidak harmonisan dalam rumah tangga.
Oleh karena itu setiap keluarga harus memperhatikan saran-saran dibawah ini demi untuk menjaga keutuhan, keharmonisan keluarga dan kemantapan kondisi keuangan keluarga, yakni :
1. SEHATI ( Maz 133 : 1 – 3 )
2. TAKUT AKAN ALLAH ( Ul 14 : 22 , 33 ; Mal 3 : 10 )
3. BERLAKULAH SEBAGAI ORANG SEDERHANA, sebelum Tuhan melimpahkan berkat-Nya yang besar kepadamu ( Ams 12 : 9 ; 10 : 16 ; 15 : 17 ).
4. BUATKANLAH ANGGARAN ( BUDGET ) keluarga yang TRANSPARAN ( Luk 14 : 28, 29 ; Ams 19 : 2 ; 28 : 19 )
5. DAPAT MENAHAN DIRI ( Ams 25 : 28 ; 15 : 16, 17 ; 27 : 20 ; 17 : 19 )
6. TENTUKAN SIAPA PEMEGANG KAS KELUARGA. Lebih diutamakan dipegang oleh Istri, bila istri bukan seseorang wanita konsumerisme, melainkan seorang wanita yang jujur dan hemat.

VI. KELUARGA dan MISI ( Yosua 24 : 15 )
Bila kita kembali ke Bab I, tentang ” ARTI dan TUJUAN PERNIKAHAN KRISTEN ”, kita temukan bahwa tujuan Pernikahan Kristen adalah :
untuk membentuk secara ” BERTANGGUNG JAWAB suatu rumah tangga Kristiani yang KUDUS,
HARMONIS dan BAHAGIA serta untuk ” MEMULIAKAN dan MELAYANI TUHAN ”.

1. MISI PELAYANAN adalah PANGGILAN bagi SETIAP KELUARGA.
Ingatlah bahwa Allah adalah ” TUHAN atas SEGALA KELUARGA ” ( Yer 31 : 1 ) dan Yesus Kristus adalah KEPALA tiap laki-laki ( SUAMI ) = I Kor 11 : 3 b . Artinya Allah dikenal oleh dunia melalui PASUTRI / KELUARGA KRISTEN.
Keluarga Kristen harus memancarkan PRIBADI dan KASIH ALLAH melalui KESAKSIAN dan PELAYANAN KELUARGA kepada DUNIA.
Menurut YOSUA 24 : 15 , tujuan Rumah Tangga adalah ” Untuk beribadah kepada Tuhan ”. Dalam terjemahan Alkitab Kabar Baik, diterjemahakan : ”Untuk Mengabdi Hanya kepada Tuhan ’.
Dalam terjemahan The New King James Version diterjemahkan bahwa tujuan Rumah Tangga adalah ” untuk MELAYANI TUHAN ” ( As For Me and My House , We WILL SERVE The Lord “ ).
Kesimpulannya adalah bahwa Allah memanggil setiap keluarga Kristen untuk melayani pekerjaan TUHAN secara maximal, karena Pasturi / Keluarga terdiri lebih dari 1 ( satu ) orang.

2. MISI PELAYANAN INTERNAL ( DALAM ) KELURGA
1) Melayani dengan cara saling menyatu, mengasihi, merendahkan hati dan memberkati dengan sesama anggota keluarga ( I Pet 3 : 8, 9 )
2) Suami / Ayah melayani sebagai IMAM, NABI dan RAJA terhadap anggota keluarga / seisi rumah tangga.
3) Istri / Ibu melayani sebagai penolong ( Kej 2 : 18 ), mengatur pekerjaan rumah tangga, menjaga / merawat yang sakit dan membina anak , pendoa syafaat bagi keluarga dll.
4) Anak – anak menolong ORTU sesuai tugas yang diberikan oleh ORTU

3. MISI PELAYANAN EXTERNAL ( DILUAR ) KELUARGA
Pelayanan tsb dapat dilaksankan didalam Gereja maupun diluar gereja, misalnya :
1) Sebagai Pengurus Gereja / Diaken / Pengurus Komisi / Komsel, Pelayan Ibadah, dsb, sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan oleh gereja.
2) Sebagai Konselor, Penasehat, Pengerja Gereja ( KPR 18 : 24 , 27 )
3) Sebagai anggota TEAM BEZOEK dan Penginjilan ( EE ) = KPR 18 : 18 = menyertai dan pasti terlibat dalam kegiatan penginjilan bersama Paulus.
4) Menyediakan rumahnya untuk tempat ibadah komsel dan rumah tangga. PKS harus terlebih dahulu menjadi contoh ( Baca : I Kor 16 : 19 ).
5) Membayar PESEPULUHAN, Persembahan Ucapan Syukur dan Korban ke Gereja ( Mal 3 : 10 ; Ibr 9 : 6 ; Ams 9 : 10 )
6) Membantu fakir miskin atau keluarga Pra – Sejahtera .
7) Menjadi Pendoa, penyanyi vocal / special, bersaksi, dll.

VII. MANJEMEN KONFLIK RUMAH TANGGA
A. PENYEBAB KEHANCURAN dan PERCERAIAN
1. DATA DARI LAPORAN DEPAG R.I Th. 2008
Nomor urut pertama s/d terakhir menentukan urutan dari tingkat terbanyak / tertinggi sampai tingkat terendah dari penyebab kehancuran dan perceraian dalam rumah tangga.
1) Selingkuh 8). Penganiayan dan KDRT
2) Tidak harmonis 9). Poligami
3) Faktor Ekonomi 10). Cacat biologis
4) Gangguan pihak keluarga 11). Kawin dibawah umur
5) Krisis keluarga 12). Perbedaan politik
6) Cemburu 13). Kawin lagi
7) Kawin paksa
2. PENYEBAB PRINSIPIL KEHANCURAN dan PERCERAIAN
1) KACAUNYA PERAN ANGGOTA KELUARGA
1. SUAMI, tidak melakukan perannya sebagai PRIA SEJATI, Kepala Rumah Tangga, dalam tugasnya sebagai IMAM, NABI, RAJA.
2. ISTRI, tidak melakukan perannya sebagai istri yang bijak dan tunduk kepada suami, sebagai Ibu Rumah Tangga yang baik, rajin dan penuh perhatian kepada suami dan anak-anak dsb.
3. ANAK-ANAK, tidak melakukan perannya sebagai anak taat, anak saleh, anak Tuhan yang baik.

2) EGOISME
1. SUAMI terlalu egois dalam masalah harta, seksualitas dan kepentingan-kepentingan pribadinya ( hobby, karier, dsb )
2. ISTRI, terlalu egois dalam masalah harta dari warisan ORTU, seksualitas, hak
kepemimpinan rumah tangga, dll.
3) MENGANGKAT BANGKAI LAMA
Maksudnya menyangkut masalah-masalah yang sudah lama diselesaikan atau diatasi
4) GAGAL DALAM BERKOMUNIKASI
Komunikasi adalah kunci ke Pengenalan, Pengetahuan, Pemahaman dan kasih terhadap sesama anggota keluarga. Kurangnya komunikasi akan menimbulkan kesalah – pahaman , konflik dan ketegangan dalam keluarga. Gagal dalam komunikasi berarti gagal dalam menciptakan suasana saling pengertian, saling menghargai, saling menghormati dan saling
mencintai.
5) KURANGNYA KEPERCAYAAN
1. Cemburu menjadi penyebab suami kurang percaya kepada istri
2. Curiga menjadi sebab Istri kurang percaya kepada Suami
3. Suka bohong menjadi penyebab sang anak kurang percaya kepada ORTU
6) KURANGNYA KASIH
1. Antar Suami – Istri
2. Antar ORTU – Anak
7) JARANG ke GEREJA
8) SEBAB UTAMA adalah HUBUNGAN dengan TUHAN TELAH RENGGANG.

3. RAHASIA MEMPERTAHANKAN RUMAH TANGGA BAHAGIA
1) KOMITMEN
Komitmen berarti, JANJI, TEKAD, TEKAD BULAT, NIAT BAJA, KEPUTUSAN YANG KUAT. Komitmen dalam pernikahan haruslah komitmen yang dibuat untuk :
1. TETAP percaya dan setia kepada Kristus
2. TETAP mempertahankan hidup nikah sampai akhir hayat, dengan tidak mengizinkan kamus cerai, istilah cerai keluar dari hati, pikiran dan mulut ketika menghadapi kemelut rumah tangga.
3. TETAP hidup bersama dengan istri yang dinikahinya sampai akhir hayat, kecuali istri atau suami meninggal dunia ( Mat 19 : 6 – 9 )
Masalah rumah tangga harus diselesaikan dengan cara berbicara dengan sikap rendah hati dan dengan penuh kasih terhadap pasangan anda, atau dengan Pendeta / Rohaniawan, Pakar – Pakar RT atau Pakar – Pakar Pernikahan dan teruatama berbicara kepada Tuhan melalui
DOA dan PUASA, agar Allah berkarya untuk mengatasi kemelut R.T.
2) KASIH ( AGAPE )
Inilah KUNCI KEBAHAGIAAN dalam pernikahan. Bila kita sudah merasakan, mengalami, memiliki kasih Allah yang dicurahkan kedalam hati kita melalui Roh Kudus ( Baca : Roma 5 : 5 ), maka kita pasti mampu mengasihi pasangan kita. Kita pasti tidak akan mampu mengasihi pasangan kita dengan kasih yang sejati ( Kasih Allah ), kecuali Allah terlebih dahulu mengasihi kita ( I Yoh 4 : 19 ). Kasih Allah yang berkembang didalam hati kita, akan memampukan kita untuk mencintai pasangan kita dengan cinta yang murni, mengampuni pasangan kita, menerima pasangan kita apa adanya, dlsb.
Kasih Allah yang berada didalam hati kita akan menjadi PEREKAT yang MEMPERSATUKAN DAN MENYEMPURNAKAN hidup nikah pasutri Kristen ( Kol 3 : 14 )

3) HUBUNGAN YANG INTIM DENGAN ALLAH
Maksudnya hubungan pribadi sang suami dan isteri kepada Tuhan memberi dampak terjadinya hubungan intim masing-masing pihak. Hubungan pribadi dengan Tuhan dimaksud adalah suami maupun istri harus benar-benar jatuh cinta kepada Tuhan atau hidup dekat, rapat dan melekat dengan Tuhan ( Lihat bagan disebelah )

Bila sang suami maupun istri begitu dekat dengan Tuhan, pastilah hubungan antar pribadi sang suami dan istri semakin dekat, rapat, merekat dan nikmat, karena keduanya berada
persis dihadapan Allah / tahta anugerah Allah.
4) SHARING
Sharing adalah hal berbagi rasa dan pengalaman suka dan duka, berbagi nilai-nilai hidup yang akan mempererat hubungan antar pribadi yang meningkatkan sikap kepedulian satu dengan yang lain.
Hal yang disharingkan a.l. tentang kesehatan / sakit penyakit, makanan, pembelian / penjualan, suka-duka dalam bisnis, cara membesarkan dan mendisiplin anak, pendidikan anak disekolah, ibadah dan pelayanan, cara mendapatkan uang / penghasilan dan cara membelanjakannya, perumahan, cara menanggulangi fitnahan / gosip, PHK, cara
menghadapi mertua / ortu, pacaran dan pernikahan anak, masalah dosa, dsb.
5) ASSET BERSAMA
Nikmatilah harta yang diperoleh secara bersama sejak berumah tangga. Meskipun istri tidak bekerja mencari nafkah, tetapi hasil kerja suami adalah menjadi milik bersama, karena istri berperan melalui dukungan moral, spiritual dan doa. Nikmatilah, hartamu bersama dan katakan kepada pasanganmu : ” HARTAKU, HARTAMU ; HARTAMU, HARTAKU ; HUTANGKU, HUTANGMU ; HUTANGMU, HUTANGKU. Tetapi jangan katakan : HARTAKU, HARTAKU ; HARTAMU, HARTAMU atau HUTANGMU, HUTANGMU ; HUTANGKU, HUTANGKU atau HARTAMU, HARTAKU HUTANGKU, HUTANGMU

B. EMPAT KEKUATAN YANG MENGHANCURKAN PERNIKAHAN
1. 4 KEKUATAN YANG MENGHANCURKAN PERNIKAHAN
DR. John M. Gottman dalam penelitiannya menyimpulkan 4 kekuatan yang menghancurkan sebuah pernikahan yakni : Kecaman, Penghinaan, Membela Diri dan Membangun Pembatas
( Norman Wright, 2002 : 83 – 96 )
1) KECAMAN ( Baca:Matius 7:1-5)
Inilah kekuatan pertama yang paling berbahaya ! Pada dasarnya kecaman atau celaan MENYERANG, MENUDUH atau MENCARI KESALAHAN dalam kepribadian dan karakter orang lain. Alasannya kelihatan baik, yakni agar pasangannya menjadi sadar dan lebih baik, tetapi hasilnya adalah kebalikannya. Inilah keyakinan yang berbahaya ( Baca : Amsal 12 : 28 ). Untuk membuat CINTA dalam pernikahan anda tetap hidup, JAUHILAH kecaman dalam
pernikahan anda.
2) PENGHINAAN ( Baca: 11:12; 14:21 )
Penghinaan adalah niat untuk merendahkan, memburukkan menyakiti, memaki, mengejek, menistakan dan melecehkan pasangan hidup kita secara psikis ( kejiwaan ). Penghinaan terjadi ketika KECAMAN telah menyelinap dalam hati kita. Amsal menyatakan bahwa penghinaan dalah DOSA dan TAK BERAKAL BUDI. Penghinaan adalah PEMBUNUH KARAKTER !
BANGUNLAH karakter pasanganmu dengan CINTA AGAPE !
3) MEMBELA DIRI ( Baca: Pengkhotbah 8: 21 )
Penghinaan ditutup dengan SIKAP PEMBELAAN / MEMPERTAHANKAN DIRI. Makin tinggi tingkat pertahanan diri, makin KURANG KEINTIMAN ( EMOSIONAL ) dalam
hubungan PASUTRI. LALU timbul KERETAKAN KETERPISAHAN.

4) MEMBANGUN PEMBATAS
Inilah TAHAP AKHIR yang PALING BURUK. Contoh : Pisah selimut, pisah ranjang, pisah kamar, pisah rumah, pisah meja makan, dll. Cara lain adalah menarik diri / BUNGKEM. Kekuatan ke 4 ini, pada akhirnya akan menyuarakan KEMATIAN bagi suatu pernikahan ! ( Sungguh memalukan, apalagi dihadapan anak-anak ).

2. CARA MENGATASI SERANGAN KEKUATAN YANG MENGHANCURKAN.
Cara yang benar adalah dengan menggunakan cara MUSA ( Bilangan 12 ), yakni (1 ) tidak membalas. (2). Tidak mempertahankan dirinya terhadap kecaman keluarganya.
Untuk mengatasi ke 4 kekuatan diatas, cukuplah kita mengatasi kekuatan pertama saja, karena kekuatan pertamalah yang menjadi sebab munculnya 3 kekuatan yang lain.
Caranya adalah:
1. Terimalah kecaman tersebut dengan kepala dingin dan dengan penuh akalbudi
2. Pelajari hikmat dibalik kecaman pasanganmu
3. Temukan / bahas akar permasalahan yang timbul

C. MANAJEMEN KONFLIK.
Menurut kamus Webster, konflik adalah perselisihan, memanasnya emosi karena tidak terpenuhinya kebutuhan atau dorongan. DR. H. Norman Wright mengatakan : ” Jika suami istri ingin menikmati hubungan yang MEMUASKAN dan BERTUMBUH, perlu dikembangkan OBJEKTIVITAS, KELUWESAN, KERELAAN untuk membiarkan orang lain menjadi dirinya
sendiri dan kemauan yang kuat untuk BERDAMAI ” ( H. NORMAN WRIGHT, 1997: 148 )
10 PRINSIP MANAJEMEN KONFLIK menurut DR. H. NORMAN WRIGHT :
1. Jangan hindari konflik dengan mendiamkannya
2. Jangan mengoleksi ” Perangko Emosi ”
3. Jika mungkin tetapkan aturan main bagi perselisihan
4. Serang masalahnya, bukan saling menyerang ( Filipi 3 : 13 )
5. Jangan ” MELAMPIASKAN PERASAAN ” kepada suami atau istri ( Pengkhotbah 3 : 1, 7 )
6. Tetaplah pada pokok pembicaraan
7. TAWARKAN JALAN KELUAR dengan sikap kritis ( Roma 14 : 13 )
8. Jangan katakan ” KAMU TIDAK PERNAH ” atau ” KAMU SELALU ” ( Efesus 4 : 15 ) ( OGDEN NASH )
9. Jangan gunakan kritik sebagai LELUCON
10. JIKA SALAH, AKUILAH; JIKA BENAR, DIAMLAH. ( Yak 5 : 16; Ams 28 : 13 ; 13 : 18 ; 23 : 12 ; 25 : 12 ; 17 : 9 ; Kol 3 : 13 ; I Pet 4 : 8 )
( H. NORMAN WRIGHT, 1997 : 146 – 167 )

BIBLIOGRAPHY ” MARRIAGE ENCOUNTER ”
Kaunang, Eddy. KONSELING PRA – NIKAH CHARISMATIC WORSHIP SERVICE.
Jakarta : CWS, n. d .
Prince, Derek. SUAMI dan AYAH. Temukan kembali Maksud Sang Pencipta bagi Para Pria.
Jakarta : YPI Imanuel, 2001
Purnomo, Petrus Agung. BIMBINGAN PRA – NIKAH II. Semarang: JKI Injil Kerajaan, 1997
Trisna, Yonathan A . PERNIKAHAN KRISTEN. Suatu Usaha dalam Kristus. Bandung : Penerbit
Kalam Hidup, 1994
Wright, H. Norman. KOMUNIKASI KUNCI PERNIKAHAN BAHAGIA. Penuntun Sederhana
Bagi Suami – Istri Untuk Mengatasi Konflik, Mengontrol Emosi & Memerangi Kecemasan.
Yogyakarta : Penerbit Yayasan Gloria, 1997
Wright, H. Norman. The Marriage Cheekup. Jakarta : Penerbit Imanuel Publishing House, 2002
DISAMPAIKAN OLEH : Pdt. MICHA N.L. TOBING, M.A
Pada SEMINAR KELUARGA “ Marriage Encounter “
GSJA “ KELUARGA ALLAH “, BALIKPAPAN BARU,
KALTIM, 17 – 18 AGUSTUS 2008

AYAT LENGKAP LARANGAN PRAKTEK OKULTISME


AYAT LENGKAP
LARANGAN PRAKTEK OKULTISME

ULANGAN 18 : 10 – 12 :
DI ANTARAMU JANGAN DIDAPATI SEORANGPUN YANG :
1. MEMPERSEMBAHKAN ANAKNYA LAKI-LAKI ATAU ANAKNYA PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN DALAM API,
2. ATAUPUN SEORANG YANG MENJADI PETENUNG,
3. SEORANG PERAMAL,
4. SEORANG PENELAAH,
5. SEORANG PENYIHIR,
6. SEORANG PEMANTERA,
7. ATAUPUN SEORANG YANG BERTANYA KEPADA ARWAH,
8. ATAU KEPADA ROH PERAMAL,
9. ATAU YANG MEMINTA PETUNJUK KEPADA ORANG MATI.
SEBAB SETIAP ORANG YANG MELAKUKAN HAL-HAL INI ADALAH KEKEJIAN BAGI TUHAN, DAN OLEH KARENA KEKEJIAN-KEKEJIAN INILAH TUHAN, ALLAHMU, MENGHALAU MEREKA DARI HADAPANMU.

SIMBOL – SIMBOL SATANISME

1. PENTAGRAM
2. BAPHOMET ( PENTAGRAM + KEPALA KAMBING )
3. TANGAN BERTANDUK
4. 666 atau FFF
5. SALIB PATAH ( BROKEN CROSS )
6. DIANA dan LUCIFER
7. MATA MISTIK ( The Mystic Eye = Simbol Clairvoyance )
8. HEXAGRAM ( BINTANG 6 PETUNJUK )
9. TRINITAS SETAN ( INVERTED TRIANGLE ) = Contoh produk “ GUESS “.
10. UNICORN HORN atau UNICORN HORSE
11. CHOW – SIANG ( BAH – GUA )
12. ANKH ( Simbol Kesuburan dan Sex )
13. CROSS of NERO ( SALIB NERO )
14. ANARCHY ( Simbol Resmi Kaum Muda
“ The GENERATION – X “
15. YIN – YANG
16. NAGA / ULAR
17. IHS ( Trinitas Dewa Mesir ( Isis, Horus,
Seb ).
18. ENNEGRAM ( 9 Petunjuk G.Z.B. )
19. SWASTIKA ( BROKEN – CROSS )
20. LOTUS / DIAMOND / CRYSTAL
21. THE THIRD EYE HINDU
22. CIRCLE ( Uler gigit ekor )
23. SUN WITH FACE
24. THE TRIANGLE
25. THE PERVERSION and MISUSE of The
CHRISTIAN CROSS.

JADWAL KEGIATAN SETAN DI BUMI
( Menurut Ev. MUKENDI )

00.00 – 01.30 = KEHADIRAN SETAN /
LUCIFER

01.35 – 04.30 = KEPENUHAN HADIRAT
ALLAH, ROH KUDUS dan
MALAIKAT-MALAIKAT-NYA

04.30 – 05.30 = KEHADIRAN ROH-ROH
JAHAT, PARA TUKANG SIHIR
KEMBALI KERUMAH
MASING- MASING

05.30 – 06.30 = WAKTU NETRAL

06.30 – 08.00 = KEPENUHAN KEHADIRAN
PARA MALAIKAT ALLAH

09.00 – 10.00 = KEPENUHAN HADIRAT ROH
KUDUS

11.30 – 13.00 = KEHADIRAN IBLIS dan
MALAIKAT-MALAIKATNYA

14.00 – 16.00 = KEPENUHAN HADIRAT
ALLAH, ROH KUDUS dan
MALAIKAT-MALAIKAT-NYA

17.00 – 20.00 = KEHADIRAN KEJAHATAN
YANG MEMBAWA PENYAKIT,
KESIALAN, KUTUK,
KEGIATAN TUKANG SIHIR
SECARA KUAT

20.00 – 21.00 = WAKTU NETRAL

22.00 – 00.00 = WAKTU KEGELAPAN YANG
KUAT dari KUASA-KUASA
JAHAT.

OKULTISME / SATANISME


OKULTISME / SATANISME
Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A.

PENDAHULUAN
Praktek Okultisme/ Satanisme menjelang akhir dunia ini makin marak, baik di negara Timur maupun negara Barat. Tiada hari dalam setiap chanel T.V yang tidak mentayangkan film-film kuasa gelap/ Satanisme. Oleh karena itu, jemaat perlu diperlengkapi dengan pengetahuan okultisme/ satanisme agar tidak mudah terjerat dengan tipu daya kuasa gelap/ setan. Tidak hanya itu, tetapi jemaat juga perlu memahami cara mengantisipasi ( menghadapi ) dan mengalahkan kuasa-kuasa gelap.

I. PENGERTIAN OKULTISME / SATANISME
Okultisme ( Occultism ) berasal dari kata Okult ( Occult ) yang berarti ; gelap, rahasia, misteri, tersembuyi, gaib. Okultisme berarti : Ajaran, doktrin, paham, kepercayaan terhadap kekuatan-kekuatan yang bersifat gelap, misterius, tersembunyi, gaib dalam hubungannya dengan kuasa kegelapan atau setan.
Kult ( Cult ) berarti : cara penyembahan kepada para dewa atau setan-setan.
SATANISME adalah ilmu tentang praktek kuasa kegelapan.

II. TRILOGI PRAKTEK OKULTISME / SATANISME.
A. SPIRITISME : Kepercayaan bahwa manusia dapat berhubungan dengan orang mati dan sebaliknya untuk mendapat wahyu, wangsit, dsb.
1. ANIMISME =
2. DINAMISME =
3. NEKROMANSI =
4. TAKHYUL =
5. CLAIRVOYANCE =
6. SIHIR HITAM & PUTIH =

B. RAMALAN ( FORETELLING ) atau TENUNG ( FORTUNE – TELLING )
1. ASTROLOGI ( RAMALAN BINTANG ) Maz 8:4-9
2. PALMISTRY ( RAMALAN TAPAK TANGAN )
3. FENG SHUI, HUNG SHUI ( GEOMENCY )
4. BOLA KRISTAL dan KACA CERMIN
5. RAMALAN KARTU
6. HOROSKOP ( PETA KEHIDUPAN )
7. CHIROGNOMY
8. AUGURY
9. PHYSIOGNOMY
10. OUIJA BOARD

C. PENYEMBAHAN SETAN ( SATAN WORSHIP )
Penyembahan setan adalah penyembahan yang dilakukan oleh penyembah-peyembah setan terhadap setan yang dianggap sebagai Dewa/ tuhan mereka. Contoh :
1. Upacara Gereja setan
2. Memelihara, Memandikan dan Memberi sesajen kepada keris kramat.
3. Membuat altar sembahan dalam kamar dan memberikan sesajen setiap hari-hari khusus ( malam Jum’at )
4. Meningkatkan dari Ilmu Perdukunan ke ilmu Pendewaan : ( Eko Hidayat, Mukendi, Daud Tony, Gendeng pamungkas, dll ).
5. Pelacur Bakti
6. Pemujaan Naga

III. SIMBOL – SIMBOL SATANISME
1. PENTAGRAM
2. BAPHOMET ( PENTAGRAM + KEPALA KAMBING )
3. TANGAN BERTANDUK
4. 666 atau FFF
5. SALIB PATAH ( BROKEN CROSS )
6. DIANA dan LUCIFER
7. MATA MISTIK ( The Mystic Eye = Simbol Clairvoyance )
8. HEXAGRAM ( BINTANG 6 PETUNJUK )
9. TRINITAS SETAN ( INVERTED TRIANGLE ) = Contoh produk “ GUESS “.
10. UNICORN HORN atau UNICORN HORSE
11. CHOW – SIANG ( BAH – GUA )
12. ANKH ( Simbol Kesuburan dan Sex )
13. CROSS of NERO ( SALIB NERO )
14. ANARCHY ( Simbol Resmi Kaum Muda “ The GENERATION – X “
15. YIN – YANG
16. NAGA / ULAR
17. IHS ( Trinitas Dewa Mesir ( Isis, Horus, Seb ).
18. ENNEGRAM ( 9 Petunjuk G.Z.B. )
19. SWASTIKA ( SIMBOL BABILONIA + INDIA )
20. LOTUS / DIAMOND / CRYSTAL ( Simbol Organ Sex )
21. THE THIRD EYE HINDU ( Mata ke 3 di dahi orang )
22. CIRCLE ( Lambang Reinkarnasi )
23. SUN WITH FACE ( Matahari Berwajah Manusia )
24. THE TRIANGLE ( Logo Segitiga G.Z.B. )
25. THE PERVERSION and MISUSE of The CHRISTIAN CROSS.

IV. JENJANG TINGKATAN ( HIRARKI ) ORGANISASI KEKUASAAN SETAN : Efesus 6:11,12
a. PEMIMPIN TERTINGGI adalah IBLIS atau SETAN ( Eps 6:11, Wah 12:9 )
b. PEMERINTAH – PEMERINTAH ( ARCHAI )
c. PENGUASA – PENGUASA ( EXOUSIA )
d. PENGHULU – PENGHULU ( DUNAMIS )
e. ROH – ROH JAHAT DIUDARA ( KOSMOKRATORAS )
1. SETAN –SETAN ( Luk 10:17,18 )
2. MALAIKAT – MALAIKAT ( Wah 12;9 )
3. LEGION ( Mark 5:9.10 )

V. TANDA – TANDA JEMAAT YANG DIKUASAI ROH KEGELAPAN / PEDUKUNAN ATAU ROH SETAN.
1. Suka berbohong ( Dusta ) = KPR 5:3 ( Stop April Mob ! )
2. Memiliki Roh Perceraian ( I Kor 7:5b )
3. Pengecut ( Luk 22:31 )
4. Pemilihan hari-hari untuk acara-acara khusus ( Nikah, dsb ) ( KRONOMANTIK )
5. Percaya Angka 13 sebagai sangka sial.
6. Suka ke dukun / paranormal
7. Pegang jimat / Keris
8. Memajang patung ukiran naga ( Leong ), Leak, Dewa-dewa, Pewayangan di Dinding Rumah/ Kamar.
9. Suka mendengar Lagu + Musik Rock Duniawi
10. Minta dipijat tubuhnya oleh Tk. Pijat yang mendapat ilmu pijat tanpa pendidikan, melainkan yang diturunkan oleh mbahnya secara gaib.
11. Berobat ke Sangkal – Putung.
12. Ngantuk waktu mendengar khotbah di Gereja
13. Suka memutar-balik kebenaran Firman Tuhan.
14. Menentang Firman Tuhan
15. Memberontak / Melawan Hamba Tuhan
16. Menghujat Roh Kudus
17. Menggantung Buah-buahan dan padi diatas kerangka Atap Rumah waktu membangun Rumah.
18. Makan makanan Sesajen ( Nasi Kuning, Bubur Hitam, Buah, Daging, Kue,dsb ).
19. Membeli atau memakai KAOS yang bergambar NAGA ( LEONG ) dan LEAK.
20. Selalu memiliki RASA TAKUT.
VI. AKIBAT-AKIBAT MENGGUNAKAN OKULTISME
A. SECARA ROHANI
1. Mengalami DEPRESSI TAKUT, GELISAH, karena IBLIS tidak dapat memberikan damai sejahtera.
2. Sikap tertutup keras terhadap FIRMAN ALLAH, tidak menyukai FIRMAN ALLAH ( II Taw 33:1-3,5-7,9-10 )
3. Dikuasai roh sangsi terhadap Firman Allah
4. Ada keinginan untuk menghujat nama Tuhan Yesus.
B. SECARA PSIKOLOGIS / MENTAL
1. Timbul pikiran untuk bunuh diri ( I Sam 28; I Taw 10:1-4; Mat 27:1-5; Yoh 8:44 )
2. Gejala adanya ketakutan yang tidak normal
3. Timbul pikiran najis, porno, hawa nafsu, mata penuh zinah.
4. Kemarahan atau hawa nafsu marah yang tidak normal (Kej 4:4-8; I Petr 5:8 “ Roh Harimau “ )
C. SECARA FISIK
1. Urat syaraf terganggu ( Eps 2:2 ; I Sam 16:14-23 ; Luk 13:11,16 ) >< Mark 5:1-20 = sudah waras )
2. Kemandulan dan kematian yang tidak wajar ( Kel 23:24-26 ).
D. DALAM KELUARGA
1. Keluarga menjadi kacau dan berantakan ( Broken Home/ Family ) ( Kej 34:1-35 ; 115, khususnya Kej 35:1-5 )
E. UNTUK KETURUNAN
1. Keturunan menjadi kacau dan terkutuk, tidak normal, cacat, sial, terlaknat dan terhukum turun menurun ( Kel 20:4,5 >< I Petr 1:18,19 ).
F. AKIBAT UNTUK KEKEKALAN
1. Tidak akan mewarisi KERAJAAN ALLAH ( Gal 5:20,21 )
2. Dilemparkan kedalam lautan api dan akan mengalami kematian yang kedua ( Mat 21:28; 22:15 )
(*) Di ambil dari buku Antara Kuasa Gelap dan Kuasa Terang oleh : Pdt. Pondsius Takaliwang, M. Div, Th 2000.

VII. CARA-CARA PELEPASAN
A. DARI BELENGGU KEGELAPAN / OKULTISME.
1. Membuat pengamatan keterlibatan dalam praktek Okultisme.
2. Mengadakan pembongkaran dosa dengan teliti.
3. Mengadakan pengakuan dosa yang serius.
4. Mengadakan pelepasan dan berita pengampunan.
5. Membimbing untuk menerima Tuhan Yesus secara jelas.
6. Menyerahkan diri sepenuhnya dan seutuhnya serta tunduk kepada Tuhan.
B. CARA MENGUSIR SETAN
1. Tengking ( Menegur ) dengan keras ( Mat 17:18 ; Mark 9:25,26 )
2. Mengenyah Iblis ( Mat 4:10-11 ), Mengusir ( Mat 9:32-34 ; Mark 16:17 ).
3. Baca Firman Tuhan ( Mat 4:1-11 ).
4. Dialog dengan Iblis dan Tanya namanya dan alas an ia merasuk manusia ( Mark 5:6-13 ).
5. Pujian ( Daud – Saul )
NB : Petugas harus DOA DAN PUASA ( Mat 17:21 ).

DASAR – DASAR MISSIOLOGI


Disusun oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A.

PENGERTIAN MISI dan MISSIOLOGI
 MISI berasal dari kata Lat : MITTO atau Gr : APOSTELLO yang berarti pengutusan, Penugasan, dakwah, diutus dan tugas.
Pengertian MISI menurut Alkitab adalah tugas pengutusan oleh Tuhan Yesus Kristus kepada gereja-Nya untuk melaksanakan Pekabaran Injil keselamatan manusia keseluruh dunia ( Matius 28:19,20 ).
 MISSIOLOGI adalah Ilmu yang mempelajari tentang Panggilan misi, Konsep misi menurut PL + PB, Sejarah misi, Peran misi, Dinamika dan Ladang misi.
I. PANGGILAN MISI
MISSIO DEI ( MISI TUHAN ) tidak dimulai dari gereja atau badan-badan MISI, tetapi mulai dari ALLAH. Allah adalah sumber keselamatan dan sekaligus sumber Misi dan Pusat Misi ; maksudnya bahwa tanpa Allah, tidak ada Misi ( Kej 3:7-10 )
Panggilan MISI berasal dari Allah yang menjadikan diri kita sebagai Saksi-Nya, Alat-Nya, Pelayan-Nya, Utusan-Nya, serta sebagai GARAM dan TERANG DUNIA.
1. Matius 20:19,20 : Kita diutus untuk memberitakan Injil dan menjadikan sekalian bangsa murid-Nya.
2. Lukas 1:74-75 : Kita dilepaskan dari tangan musuh ( Iblis ) supaya kita dapat beribadah ( To Serve Him = Melayani Tuhan )
3. Yohanes 20:21 : Bapa telah mengutus Yesus dan sekarang Yesus telah mengutus kita. Kita diselamatkan untuk DIUTUS.
4. Matius 5:13-16 : Kita diselamatkan untuk menjadi GARAM dan TERANG DUNIA.
5. Markus 5:15-20 : Kita diselamatkan, supaya kita memberitakan Injil.
Panggilan MISI tidak hanya dalam bentuk PRESENSI, tetapi juga dalam bentuk PROKLAMASI, DONASI dan INTERSESI. Semua orang yang telah diselamatkan jiwanya, terpanggil untuk ber-MISI, bukan PERMISI.

II. KONSEP MISI dalam P.L dan P.B
A. KONSEP MISI dalam PERJANJIAN LAMA
Para missiologiawan berbeda pendapat dalam menemukan konsep dan kegiatan MISI di PL. Sebagian mengatakan PL merupakan Kitab suci yang missional, dan yang lain mengalami kesulitan menemukan konsep misi dalam PL.
Karena Allah menurut kodrat dan karakternya adalah Allah yang missioner, Pusat misi dan sumber misi, maka sejak keberadaannya termasuk karyanya diawal penciptaan alam semesta dan manusia, Ia telah merancang konsep misi dan kegiatan misi-Nya untuk keselamatan manusia yang berdosa.
Profesor EMERITUS J. HERBERT KANE : “ The Old Testement is a Missionary book because JEHOVAH is a Missionary GOD “.

A. PERAN MISI ALLAH dalam P.L.
1. Allah adalah Pencipta dan Penyanggah alam semesta ( Kej 1:1 )
2. Allah adalah Pemerintah dan Hakim untuk alam moral. Allah itu kudus ( Imamat 19:2 ), dan Ia menuntun agar umat-Nya kudus ( I Petrus 1:16 ). Bila manusia berdosa kepada Tuhan maka manusia akan mengalami penghukuman ( Bil 32:23 ; Kel 34:7b ). Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal ( Yer 31:3 ) dan Allah juga Allah penyelamat ( Yes 1:18 ).
3. Allah adalah RAJA dan Pemerintah bagi orang kafir ( Maz 86:9 ; 103:19 ) Kata bangsa = Ibr : GOYYIM dalam Kej 10:20 berarti orang KAFIR ( HEATHEN ). Tuhan menciptakan mereka agar mereka bisa menikmati keselamatan dari Tuhan bila mereka mau bertobat. Perhatikanlah pertobatan dan keselamatan orang-orang NINIWEH.
4. Allah adalah BAPA dan PENEBUS ISRAEL.
Sejarah penebusan Israel mulai dinubuatkan dalam Kej 12. Campbell Morgan membagi kitab Kejadian dalam 3 bagian : Kejadian ( GENERATION ) ( Ps 1- 2 ), Kejatuhan Dosa ( DEGENERATION ) Ps 3-4 , dan Keselamatan ( REGENERATION ) Ps. 12-50. Abraham dan Israel dipilih Allah bukan untuk kepentingan mereka, tetapi untuk kepentingan yang lebih luas, yakni untuk keselamatan bagi manusia seantero DUNIA. Disini Allah memakai Israel sebagai Penerima Firman dan Janji Allah, sebagai hamba Allah ( Yes 44:1-2 ) dan Saksi-Nya ( Yes 43:10 ) ditengah-tengah bangsa-bangsa didunia.

B. PERAN MISI ALLAH SEBELUM MASA PEMBUANGAN ke BABIL.
Tuhan dalam PL dinyatakan sebagai BAPA dan PENEBUS Israel, dimana keselamatan dari Allah tidak hanya terbatas bagi Israel. Untuk itu orang Israel harus diasingkan dulu dari bangsa kafir, dengan syarat :
1. Tidak boleh menyembah dewa-dewa dari mereka ( asing ). Ul. 11:16
2. Tidak boleh menikah dengan mereka. Ul 7:3
3. Harus menjadi TERANG bagi bangsa-bangsa ( Yes 42:6 ), agar supaya keselamatan dari Allah dapat dinikmati oleh banyak bangsa Yes 49:6
Pastilah tugas ini cukup berat bagi orang israel.
Sebelum masa pembuangan ke BABIL, kegiatan misi Israel bersifat “CENTRIPETAT “, dimana orang Israel tidak pergi kebangsa-bangsa kafir, melainkan mereka yang datang ke orang Israel untuk mendapat keselamatan, kecuali kasus khusus Yunus ke NINIWEH. Itupun sifatnya pemberitahuan tentang hukuman Allah bagi mereka.
Dalam masa ini kegiatan Misi Israel berkembang dalam 3 tahap
1. “ STRANGERS “ di izinkan masuk ke Jemaat Israel ( Kel 12:38 ). Pada zaman Sulaiman berjumlah 153.600 ( 2 Taw 2:17 ) dan disewa oleh Sulaiman dalam pembangunan Bait Allah. Orang-orang Edom harus menunggu generasi ke 3 ( Ul 23:7-8 ), suku AMMON + MOAB tidak boleh masuk dalam Jemaat Israel, sampai pada keturunan ke 10 ( Ul 23:3 ). Bila orang asing ini diterima, mereka dapat mengikuti hari Paskah ( Bil 9:14 ), hari sabath ( Kel 20:10 ) dan dapat memberikan korban ( Imamat 17:8 ) Contoh : penerimaan Ruth ( Moab ), Rahab dan doa-doa PL yang berbau Misi ( II Taw 6:32-33 dan Yes 56:6-7 ) Baca !
2. Seluruh bangsa menaruh perhatian pada Allah Israel. ( Yes 2:2-3 ; Yer 3:17 ). Disini tidak satupun ayat yang mendorong orang Israel keluar menginjil, melainkan mereka datang karena adanya “CENTRIPETAT FORCE ( GAYA HIDUP MISI PRENSENTIS ) dan kehadiran Kemuliaan/ Kuasa Allah ditengah-tengah Israel ( Maz 86:9 : 87:10 )
3. Semua bangsa akan mengenal dan menyembah Tuhan ( Habakuk 2:14 ; Yes 11:9 dan Maleaki 1:11 )

C. PERAN MISI ALLAH PADA MASA PEMBUANGAN
Masa pembuangan atau penawanan merupakan hukuman Allah, karena ketidaktaatan orang Israel yang terus-menerus. Allah menggunakan Nebukadnesar, Raja Babilonia menghancurkan kota Jerusalem pada Th 600 BC. Mayoritas orang Israel mengikuti seruan Tuhan untuk menerima penawanan oleh Babil, sedangkan lainnya berserak ke Mesopotamia, Syria dan Mesir.
Selama mereka berdiaspora, mereka tetap mengakui Jerusalem sebagai pusat ibadah. Mereka tidak mau terlibat dalam penyembahan berhala kafir. Dan disini gaya misi mereka beralih dari :
“ CENTRIPETAL ke CENTRIFUGAL “
Contrifugal berarti melanting dari pusat. Ganti orang kafir datang ke Jerusalem untuk belajar Firman Tuhan/ Torat, orang Israel membawa Torat kepada bangsa-bangsa. Inilah peristiwa pertama dimana orang-orang Yahudi menginjil keluar untuk memenangkan orang kafir, sehingga menjadi umat Tuhan non – Yahudi ( PROSELYTE ).
Ada 2 jenis petobat dari orang Kafir :
1. The PROSELYTE : Orang Yahudi ADOPSI, yakni petobat kafir yang diterima penuh menjadi orang Yahudi melalui SUNAT.
2. The GOD – FEARER : Orang yang takut akan Allah dibatasi pada ritus tertentu dan menjadi warganegara kelas II.
Enam karakteristik kehidupan beragama orang Yahudi di DIASPORA yang membuat petobat-petobat baru muncul dari kalangan orang-orang kafir :
1. Adanya INSTITUSI SINAGOGE
Tujuannya adalah untuk memelihara ibadah. Sinagoge dibuka bila terdapat 10 kepala keluarga. Sinagoge menjadi tidak pengganti BAIT ALLAH, melainkan tetap menjadi INSTITUSI PENGAJARAN. Pemimpinnya disebut RABI ( GURU ), bukan IMAM. Tidak dilakukan upacara korban. Usaha/ kegiatan utama adalah “ MAKING CONVERTS “.
2. IBADAH HARI SABAT. Ini wajib menurut TORAT.
3. PENTERJEMAHAN KITAB SUCI KEDALAM BAHASA GERIKA
Selama diaspora, banyak orang Yahudi yang mulai lupa bahasa Ibrani. Pada abad ke 3 BC, di Alexandria telah diterjemahkan kitab PL ke dalam bahasa Gerika oleh 70 ahli Torat yang disebut “ SEPTUAGINTA “ atau “ The LXX “. LXX kemudian menjadi alat misi yang ampuh untuk dapat dibaca oleh orang. LXX juga dipakai oleh Yesus dan murid-muridNya dan dipakai oleh Sinagoge di Roma ( KPR 15:21 ).
4. KONSEP MONOTHEISME
Dunia Roma – Gerika tidak percaya pada MONOTHEISME. Orang Gerika sendiri memiliki 30.000 dewa dan kebanyakan dewa NAFSU ( GODS of LUST ). Bahkan kebanyakan dewa mereka bersifat AMORAL. Waktu zaman Plato pernah dimulai untuk membahas akan ide penyembahan pada SATU DEWA AGUNG oleh filsuf. Israel didiaspora memperkenalkan MONOTHEISME.
5. PRAKTEK MORALITAS
Dua dosa besar dunia kafir adalah PENYEMBAHAN BERHALA dan KEHIDUPAN yang AMORAL, misalnya : perceraian hal yang biasa, pembunuhan anak bayi ( INFANTICIDE ) juga biasa, pengguguran janin juga biasa. Paulus menggambarkan hidup amoral tersebut seperti tercatat dalam Roma pasal 1.
Agama Yudaisme mempraktekkan kehidupan bermoral antara lain :
a. Perceraian jarang terjadi
b. Anak-anak ( bayi ) dianggap sebagai karunia Allah.
c. Kehidupan keluarga itu suci.
d. ORTU mengajar Torat kepada keluarganya dan setiap anak laki-laki menjadi “ a Son of law “ pada usia 13 th.
e. ORTU juga mengajar berniaga kepada anak-anaknya.
f. Karena perzinahan mendapat hukuman yang berat, maka AMORLITAS menjadi berkurang.
g. Orang-orang kafir banyak yang mengikuti praktek moralitas Yudaisme.
6. JANJI KEDATANGAN SANG JURU SELAMAT
Sebelum kekristenan, dunia Romawi – Yunani sedang mencari Penyelamat bangsa. Orang Yunani mencarinya melalui filsufnya. Orang Romawi melalui negarawan yang handal ; tetapi mereka semua gagal. Dalam hal yang sama orang-orang pengikut Yudaisme sedang menantikan “ MESIAS “ ( NABI, IMAM, RAJA ).

B. PERAN MISI ALLAH DALAM P.B
1. MENURUT KITAB INJIL
1. Tujuan Inkarnasi Yesus :
a. Menyatakan Allah Bapa ( Yoh 1:14,18 ; 14:4-7 )
b. Menghancurkan Setan.
Manusia tidak hanya berdosa, tetapi juga budak setan ( Mat 12:25 – 29 ). Sebelum manusia dibebaskan, kerajaan setan harus dihancurkan terlebih dahulu. OKI , Yesus datang untuk menghancurkan kerajaan setan diatas kayu salib ( Ibr 2:14,15 Kol 2:13-15 ).
c. Menyelamatkan dunia, tidak hanya orang-orang Yahudi ( yoh 3:16-17 ; I Yoh 4:14 ; I Kor 5:14 ; Yoh 12:32 ; Mat 20:28 ; Kol 1:9 )
2. Pesan Misi pada masa kelahiran Yesus
1. MARIA : Juru Selamatku ( Luk 1:46, 47 )
2. ZAKHARIA : Penebusan Israel ( Luk 1:72 – 75 )
3. MALAEKAT : Damai bagi seluruh bangsa ( Luk 2:10,14 )
4. SIMEON : Keselamatan bagi segala bangsa ( Luk 2:25 – 32 )
3. MISI KESELAMATAN YESUS KRISTUS
1. Kebanyakan waktunya melayani didaerah Kafir Galilea, ( mat 4:15 ) yang kurang menghasilkan nabi-nabi ( Yuh 7:52 ).
2. Tanpa malu dan tanpa memperhatikan tradisi / adat istidat, Ia melakukan pembicaraan dengan perempuan Samaria ( Yoh 4:39 -42 )
3. Ketika menyembuhkan orang kusta ( Luk 17:11-19 ), hanya satu orang yang mengucap syukur, yakni orang Samaria.
4. Ketika yakobus dan Yohanes minta api untuk menghancurkan orang Samaria yang kurang ramah, Yesus menghardik murid-muridNya, karena Anak Manusia bukan datang untuk membinasakan, tetapi untuk menyelamatkan semua orang ( Luk 9:55 )
5. Kesembuhan ilahi merambat kepada orang-orang campuran Yahudi – Romawi, Tirus, Siria ( Mar 3:7-8 ). Nama-Nya terkenal sampai ke SIRIA ( Mat 4:24-25 ).
6. Kesembuhan diantara orang kafir TERJADI.
a. Hamba perwira di Kapernaum ( Mat 8:5-13 )
b. Orang kerasukan setan di Gerasa ( mark 5:1-20 )
c. Wanita Siropuniki yang anak perumpuannya disembuhkan.
4. PENGAJARAN MISI YESUS
1. Yesus lebih cenderung menamakan diriNya bukan sebagai Anak daud atau Abraham, tetapi ANAK MANUSIA.
2. MisiNya lebih jelas terlihat melalui pengajaranNya.
3. Dalam khotbahNya yang I di Sinagoge Nazareth, ia menyatakan diri sebagai MESSIAS ( Luk 4:16-21, 24-29 )
a. Setelah mendengar kutipan ayat-ayat, orang-orang senang
b. Setelah Ia menjelaskan secara dalam orang kafir yang bertobat di PL ( Janda Sarfat, Naaman orang Siria ), mereka menjadi marah, karena berita ini tak pernah diajarkan di Sinagoge
4. Yesus juga menggunakan istilah DUNIA ( COSMOS ) sebagai objek MISI sebanyak 77 X dalam Injil Yohanes.
5. Dalam Injil Sinoptik :
a. Perumpamaan lalang dan gandum ladangnya adalah DUNIA ( MAT 13:38 )
b. Pembersihan Bait Allah, Yesus mengklaim bahwa Bait Allah adalah Rumah Doa bagi “ Segala Bangsa “ ( Mark 11:17 – baca )
c. Ada domba-domba lain ( Yoh 10:16 Baca )
6. Pengajaran Yesus kepada ke 12 Murid agar pergi kepada orang kafir..
5. PENGAJARAN MISI PASKA KEBANGKITAN.
1. Kematian dan kebangkitan Yesus merupakan titik tolak pelayanan Yesus.
2. Disini, Yesus tidak lagi sebagai Yesus orang Nazareth, tetapi sebagai Pemimpin kepada Kehidupan ( KPR 3:15 = The Prince of Life ), Tuhan Yang Mulia ( I Kor 2:8 = The Lord of Glory ), Penguasa Satu-Satunya Yang Penuh Bahagia, Raja Segala Raja dan Tuhan Segala Tuhan ( I Tim 6:15 ).
3. Semua kuasa diberikan kepada-Nya ( Mat 28:18 ), termasuk :
a. Kuasa untuk MENGAMPUNI ( KPR 5:31 )
b. Kuasa untuk MEMBERI HIDUP ( Yoh 17:2 )
c. Kuasa untuk MENGHAKIMI ( Yoh 5:22 ; KPR 17:31 )
4. Setelah kematian dan kebangkitaNya ( Ibr 9:12 ) untuk menebus DOSA DUNIA ( I Yoh 2:2 ), Ia sekarang menjadi “ JURU SELAMAT DUNIA “ ( I Yoh 4:14 = Baca )
5. Untuk itu IA memerlukan GEREJA melaksanakan pemberitaan Injil, karena Ia telah menebus dengan darahNya. Desakan ini dituangkan melalui Amanat AgungNya ( AA ).
a. AA yang PERTAMA kali diucapkanNya pada HARI PASKAH ( Yoh 20:19-23 ) . Inilah AA yang TERPENDEK ( Yoh 20:21 )
b. AA yang TERAKHIR diucapkanNya pada waktu ASENSI ( KPR 1:6-8 )
6. Dalam menjalankan AA ini gereja harus tampil sebagai suatu INKARNASI YESUS , dimana :
a. Yesus TINGGAL dalam gereja ( Mat 28:20 )
b. Yesus HIDUP dalam gereja ( Kol 1:27 )
c. Yesus BEKERJA melalui gereja ( Mark 16:20 )
7. Misi Kristus oleh GEREJA adalah kelanjutan dari pelayanan Yesus sehingga ini berarti :
a. Menganiaya gereja, berarti MENGANIAYA KRISTUS ( KPR 9:4 )
b. Yang menerima kamu ( Gereja ), berarti MENERIMA AKU dan MENERIMA YANG MENYURUH AKU ( Mat 10:40 )
8. Bila kita menjalankan MISI KRISTUS, kita harus mengikuti 3 PATTERN dari MISI KRISTUS dalam pelayanan kita:
a. PRINSIP IDENTIFIKASI : Sebagaimana Kristus mengidentifikasi diri sebagai orang berdosa dan mati sebagai orang berdosa, yakni sebagai wujud kerendahan hatiNya, demikianlah juga kita harus rela merendahan diri/ menghampakan diri kita seperti Kristus ( Fil 2:5-9 ).
b. TIGA LIPAT POLA PELAYANAN RASUL ( Mat 4:23 )
1. Pemberitaan Injil ( Spiritual )
2. Pengajaran ( Mental/ Pikiran )
3. Manifestasi Kuasa Allah ( Kesembuhan Mujizat ) ( Physical )
Dengan kata lain melakukan pelayanan yang bersifat HOLISTIK ( Seutuhnya ).
c. PENGANDALAN KUASA ROH KUDUS :
1. Yesus perlukuasa Roh Kudus ( Mat 3:16 ; KPR 10:38 )
2. Gerejapun perlu Kuasa Roh Kudus ( KPR 1:8; 4:23-31 )

2. MISI MENURUT KISAH PARA RASUL .
PENDAHULUAN
KPR adalah jembatan dari kitab BIOGRAFI Kristus ke Surat-surat kiriman. KPR adalah kitab sejarah PB. Tanpa KPR kita tidak punya data tentang sejarah gereja mula-mula ( Galatia, Antiokia, Epesus, Korintus, Roma ). Rantai penghubung antara kitab Injil dan KPR adalah ayat kunci KPR adalah KPR 1:8,
1. KPR terbagi atas 3 tahap perkembangan MISI
a. Mulai dari Jerusalem ( 1 – 7 )
b. Yudea – Samaria ( 8 – 12 )
c. Sampai keujung bumi ( 13 – 28 ).
2. DUA kata penting dalam KPR 1:8
a. KUASA ( DUNAMIS ) Menjadi
b. SAKSI ( MARTURES = MARTIR ) MOTIF seluruh buku KPR
Dua hal ini diperoleh dari :
a. KEBANGKITAN untuk mencetak SAKSI
b. PENTAKOSTA yang menyediakan KUASA untuk menjadi SAKSI yang efektif
A. DARI MURID MENJADI RASUL ( From Disciples To Apostles )
1. Murid yang sama dalam Injil dan KPR, tetapi sifatnya berbeda. Mereka menjadi orang yang baru, karena dalam kitab Injil mereka disebut sebagai MURID dan KPR sebagai RASUL.
2. Perbedaan KARAKTER :
MURID RASUL
1. TIMID ( Takut-takutan, Malu )
2. Tidak pasti
3. Selfish
4. Bermasalah
5. Tidak Taat
6. Followers, Not Leader
– Lebih berdasarkan penglihatan
daripada Iman
– Dekat Yesus. Jika Yesus tidak ada
disekitar, mereka takut.
7. Learners, Not Teachers 1. Berani
2. Punya Kepastian Keselamatan
3. Sosial, Terbuka
4. Tidak mempermasalahkan diri
5. Taat
6. Leader, Full of Faith
7. Teachers

B. ISI KESAKSIAN
1. Salah satu syarat menjadi Rasul adalah PENGENALAN PRIBADI dengan Kristus selama didunia, dan saksi mata kebangkitan Yesus ( I Kor 9:1 : KPR 1:22 : II Petr 1:16-18 : I Yoh 1:1-3 ).
2. Empat Kebenaran mengenai Yesus
1. IDENTITAS DIRI YESUS
a. Yesus memperkenalkan diri kepada orang Yahudi sebagai MESSIAS, tetapi mereka menolak, karena mereka mengharapkan suatu MESSIAS yang lain ( Political power ).
b. Para Rasul sesudah Pentakosta sangat berani memberitakan Yesus di Yerusalem dan meyakinkan mereka tentang Kristus bahwa “ Yesus adalah Kristus ( Messias )”
c. Dasar untuk meyakinkan mereka :
1. Nubuatan PL ( Musa Kristus : 3:18 ; 13:29 ; 17:2-3 )
2. Karya Mujizat dalam pelayanan Yesus ( 2:22-23 ; 3:17 )
2. SIFAT KEMATIAN KRISTUS
a. Ia mati untuk dosa manusia ( I kor 15:3 )
b. Sudah ditetapkan jauh sebelum kejadian ( I Petr 1:18 -20 )
c. Tujuan agar kita dibenarkan ( II Kor 5:21 )
d. Menjadi pokok berita rasul ( KPR 2:38 ; 13:38-39 )
3. FAKTA KEBANGKITAN
a. Tanpa kebangkitan, sia-sialah usaha Misi PI dan Iman orang Kristen ( I Kor 15:17 )
b. Berita injil mereka : Kristus yang sudah bangkit !
c. IA HIDUP ( Luk 24:34 ; Eps 3:17 ; 1:19,20 )
4. PENGHARAPAN KEMBALINYA YESUS
a. Yesus berkata = Aku akan kembali ! ( Yoh 14:3 )
b. MOTIF = KPR 1:11
c. Ia kembali dengan kuasa dan kemuliaan ( Luk 21:27 ) untuk mengangkat gerejaNya ( I Tes 4:14-18 0, menjatuhi hukuman ( II Tes 1:4-10 ) dan untuk mendirikan kerajaan-Nya ! ( Mat 25:31 -46 )
d. Isi berita ( 3:19-20 ; 17:30,31 )
C. SIFAT KESAKSIAN ( KPR 4:33 Baca )
Dan denga “ KUASA YANG BESAR “ rasul-rasul memberi KESAKSIAN tentang KEBANGKITAN TUHAN YESUS dan mereka SEMUA HIDUP dalam KASIH KARUNIA yang MELIMPAH-LIMPAH “.
Berdasarkan cara para rasul bersaksi, terdapat 3 sifat kesaksian atau “ 3 V “ :
1. VERBAL ( LISAN )
Iman datang dari pendengaran tentang Kristus ( Roma 10:14,17 ; KPR 11:13-14 ; 15:7 ). KPR dan surat kiriman Paulus menekankan pentingnya PEMBERITAAN INJIL. “ Presence Evangelism “ adalah benar dan tepat, tetapi tidak dapat menggantikan kedudukan “ PROCLAMATION EVANGELISM “. ( KPR 8:4,40 ; 9:20 ; II Tim 4:2 ; I Kor 9:16 )
2. VISIBLE ( DAPAT TERLIHAT )
Pernyataan Allah dalam Kristus dapat didengar dan dilihat ( AUDIBLE + VISIBLE = I Yoh 1:1 ), demikian juga kesaksian gereja. Pemberitaan Injil para rasul disertai dengan mujizat dan kesembuhan ( KPR 4:16 ; 8:16 ). Akibatnya banyak jiwa datang kepada Tuhan dan diselamatkan ( KPR 5:14 ; 9:35 ; 19:20 )
3. VITAL ( HIDUP )
Yang membuat orang-orang tertarik kepada Yesus adalah VITALITAS PENGAJARANNYA ( Mat 7:28,29 ; Eps 1:19-25 ; II Kor 6:8-10 ).
D. DINAMIKA KESAKSIAN ( KPR 4:33 )
Stefanus sebagai diaken yang penuh anugrah dan kuasa melakukan tanda-tanda heran ( KPR 6:8-10 : 7:54-58 ). Rahasianya adalah memiliki kesaksian yang penuh kuasa.
Tiga faktor yang menjadikan kesaksian mereka penuh kuasa adalah :
1. PERISTIWA SEJARAH KEBANGKITAN YESUS
Sebelum kebangkitan tidak ada harapan, tetapi sesudah kebangkitan mereka penuh harapan ( Mat 28:6 ) karena Yesus Hidup dan bangkit.
2. PENCURAHAN ROH KUDUS PADA HARI PENTAKOSTA
KPR 1:8 = Roh Kudus dicurahkan agar kita memiliki Kuasa untuk bersaksi ( KPR1:8 )
3. KEHADIRAN YANG MENETAP dari KRISTUS YANG HIDUP
Ia tidak meninggalkan mereka ( Yoh 14:18, Mat 28:20 ) dan Yesus tinggal ( Yoh 14:23 ).
Hadirat Yesus yang menetap dalam diri kita merupakan INSPIRASI dalam pelayanan para rasul ( KPR 27:21-25 ), PERLINDUNGAN DALAM KEHIDUPAN MEREKA ( kpr 18:10 ) dan KETEGUHAN DALAM MENGHADAPI KEMATIAN ( 7:54-60 ). Tanpa Yesus, kita tidak dapat melakukan segala sesuatu ( Yoh 15:5 ).
E. FAKTOR-FAKTOR KEBERHASILAN KESAKSIAN / MISI
1. Percaya tentang KEBERHASILAN ( ii Kor 2:14 )
2. Berdoa untuk KEBERHASILAN ( Roma 1:10 ; 10:1 )
3. Mengharapkan KEBERHASILAN ( Roma 15:29 )
4. Mencapai KEBERHASILAN ( II Tim 4:6-8 )

ALIRAN MISI – PI MODERN

1. CRUSADE EVANGELISM ( 1956 )
PI melalui KKR. Th 1946 Mr. Hurse mempopulerkan Billy Graham melalui media, kemudian munculah Billy graham yang mempopulerkan aliran ini.
2. SATURATION EVANGELISM ( 1960 )
Oleh Kenneth Strachan dalam “ Christ the Only Movenment ‘. Aliran ini cenderung bergerak diluar gereja, akibatnya pertumbuhan gereja gagal, karena tidak ada hubungan kerjasama yang erat dengan gereja. ( Contoh : PI dalam bentuk Persekutuan-persekutuan Doa / PD ).
3. BODY EVANGELISM ( BG ) ( 1970 )
Yang dipelopori oleh DR. Donald Mc.Gavran. BG merupakan suatu gerakan menuju kearah Pertumbuhan Gereja ( Church Growth Movement ).
Disini PI dihubungkan dengan Konsep Tubuh, yang dikenakan pada gereja Yesus Kristus ( I Kor 12:12-30 ; Eps 2:2-20 ; Roma 12:4-5 ).
BG atau Body Life Concept dituangkan dalam strategi : 3 P + I yaitu :
1. PRESENCE
2. PROCLAMATION + INCORPORATION
3. PERSUATION ( Into the Body of Christ = Gereja )

( lihat lampiran Prosedur 3 P By DR. Peter Wagner )
BG menekankan fungsi gereja secara Multi-Individu dalam mengembangkan pelayanan gereja secara seutuhnya ( HOLISTIK ) dan akomodatif untuk menerima segala bentuk atau jenis pelayanan dari jemaat.
Tujuan BG adalah untuk mendirikan sidng lokal yang baru.

PETUNJUK PRAKTIS PELAYANAN VISITASI ( HUIS – BEZOEK ) by Pdt. Micha NL Tobing, MA.


PETUNJUK PRAKTIS
PELAYANAN VISITASI ( HUIS – BEZOEK )
Oleh : Pdt. Micha N.L. Tobing, M.A
Pada Training Pelayanan VISITASI / HUIS – BEZOEK

I. PERSYARATAN PELAYAN
A. PERSYARATAN ROHANI dan KETRAMPILAN
1. Lahir Baru ( Yoh 3 : 3 – 5 )
2. Memiliki Karakter seperti Kristus ( Sehat Rohani )
3. Mengasihi dan Berbelas kasihan kepada orang yang sesat dan menderita ( Mat 9 : 36 )
4. Rumah Tangganya Harmonis
5. Anggota GSJA Maranatha Family Kota Batu
6. Seorang pendoa syafaat
7. Bisa berdoa dimuka umum
8. Memiliki kemampuan untuk memberikan ARAHAN, TUNTUNAN, NASEHAT, PETUNJUK, SARAN PEMULIHAN sesuai dengan ALKITAB.
9. Mampu menginjil dengan metode EE
10. Mengerti prosedur dan mampu mendoakan orang sakit dan orang yang dirasuk setan atau yang terlibat okultisme
B. PERSYARATAN JASMANI
1. Pakaian Bersih, Rapi dan Sopan
2. Tubuh Bersih
3. Gigi Bersih
C. PERSYARATAN PERLENGKAPAN
1. Alkitab + Traktat EE / yang lainnya
2. Lembaran Berita Jemaat / Majalah Rohani
3. Selebaran K.K.R.
4. Kartu Jadwal Ibadah
5. Kartu Nama
6. Sapu Tangan / Tissu
7. Minyak Urapan ( Bagi Hamba Tuhan )
8. Kartu Doa + Kartu Selamat Datang
9. Buku Tulis / Notes untuk Catatan Penting
D. PERSYARATAN AKHLAK / BUDI PEKERTI / SOPAN SANTUN
1. Murah Seyum
2. Sementara Pemimpin / Pembicara Tim Visitasi ( Bezoek ) berbicara kepada Konseli / Pasien, anggota Tim diminta untuk berdoa dalam hati dan mendengarkan jalannya pembicaraan antara Konselor dengan Konseli / Orang Sakit
 Dilarang KERAS berbicara dengan Anggota Tim, apalagi dengan suara yang lebih keras dari suara pembicara kepada pasien / Konseli.
3. Dilarang mengambil makanan dimeja dan memasukkan kedalam kantong plastik kresek atau kedalam tas pribadi, bila tidak disuruh oleh pemilik rumah
4. Dilarang menceritakan kejahatan atau kejelekan orang lain atau keluarga dari konselor / pelayan bezoek
5. Bila anggota Tim Bezoek lebih dari satu orang :
1. Dilarang membawa pasangan lawan jenis, kecuali istri / suaminya sendiri.
2. Bila Tim terdiri dari 4 orang ( Genap ) dilarang membawa Anggota Tim dengan komposisi : 2 Pria , 2 Wanita. Harus Ganjil : 3 Wanita , 1 Pria atau 1 Wanita, 3 Pria.
6. Bila masuk halaman / rumah / kantor, bagi yang memakai kacamata Ray-Ben / Topi supaya
melepaskan dulu sebelum masuk ke pekarangan Rumah / Kantor Konseli / Pasien .
II. MEMBUKA/ MENJALIN PERCAKAPAN KONSELOR DENGAN KONSELI / PASIEN ( Menurut Peraturan : LEWIS WOLBERG )
1. Hindari serangan – serangan kaget atau heran
2. Hindari ungkapan – ungkapan perhatian / keprihatinan yang berlebihan.
3. Hindari penghakiman moralistik
4. Hindari sikap menghukum
5. Hindari untuk mengkritik pasien / konseli
6. Hindari membuat janji palsu
7. Hindari membuat Rekomendasi untuk diri sendiri atau menyombongkan diri
8. Hindari mengancam penderita
9. Hindari membebani pasien dengan kesukaran – kesukaran anda sendiri
10. Hindari sikap yang menunjukkan ketidak sabaran
11. Hindari diskusi – diskusi tentang Politik
12. Hindari perdebatan dengan penderita
13. Hindari mengejek pasien
14. Hindari meremehkan pasien
15. Hindari menyalahkan pasien untuk kegagalannya
16. Hindari untuk menolak pasien
17. Hindari perihal menunjukkan tidak adanya toleransi
18. Hindari ucapan – ucapan dogmatis
19. Hindari tafsiran – tafsiran yang terlalu dini
20. Hindari analisa dari mimpi secara dogmatis
21. Hindari penyelidikan dari hal-hal yang traumatis, bilamana ada perlawanan yang terlalu besar.
22. Hindari untuk memuji pasien
23. Hindari untuk mengharukan hati bila tidak perlu
24. Berikan dorongan untuk menentramkan hati, bilamana betul-betul perlu
25. Nyatakan hati yang terbuka, bahkan terhadap sikap-sikap yang tidak normal.
26. Hargai hak dari pasien untuk mengutarakan nilai-nilai dan pilihan yang berbeda dari apa yang anda miliki.
27. Buatlah komentar-komentar secara simpatik

III. AWAL PERTEMUAN / PERCAKAPAN
1. Mulai dengan ucapan SYALOM dan yang sejenisnya
2. SAPA dan jabat tangan kepada pasien / Konseli dan juga kepada ORTU dan keluarga yang berada dirumah / diruang dimana pasien / konseli berada. Tanyakan nama pasien / konseli kalau saudara belum mengenalnya.
3. Perkenalkan diri dari Tim Bezoek ( K. Pria, KW, SM, KM, Renaja, Umum, dsb ). Perkenalkan juga bila ada anggota Tim yang belum dikenal oleh konseli / pasien dan keluarganya.
4. Beritahukan bila saudara mendengar tentang kondisi kesehatan / penderita Pasien / Konseli dari : Staf Pastoral, Telepon / SMS dari……., dsb.
Jangan beritahu :
1. Kami ditugaskan oleh ketua komisi / Staf Pastoral, seolah-olah kita datang karena tugas, bukan kesadaran dan beban.
2. Kalau konseli punya masalah pribadi atau yang sangat dirahasiakan, jangan beritahu bahwa saya / kami mendapat kabar dari Si Anu, dsb.
 Bila saudara ingin menangani masalah pribadi konseli, jangan membawa Tim atau Teman / Istri / Suami anda, karena kemungkinan konseli ingin berbicara sendirian dengan saudara.
 Bila ia tetap merahasiakan atau tidak mau dibicarakan, DILARANG KERAS memaksa atau menanya ulang agar dia mau bicara. SEKALI LAGI DILARANG KERAS. Izinkan senior saudara atau yang lebih dipercaya yang menangani kasusnya.

IV. DIAGNOSA PENYAKIT / MASALAH
1. TANYAKAN :
1) Jenis penyakit / masalah, sudah berapa lama, kira-kira apa penyebabnya.
2) Bila penyebab penyakitnya adalah karena Santet / Guna-guna, tanyakan obat / jimat yang diberikan oleh dukun/ paranormal.
3) Bila konseli punya masalah RT / Pribadi, jangan tanyakan apakah sudah ditangani Pdt, Konselor, Psikiater.
2. TUNJUKKAN SIKAP EMPATIK SAUDARA KEPADA PASIEN / KONSELI
EMPATI adalah kemampuan merasakan ( ke dalam ) kebutuhan aspirasi, kekecewaan, kegembiraan, kesedihan dan rasa terluka dari orang lain sebagai miliknya sendiri. Atau menaruh perhatian besar pada beban / penyakit / masalah yang ditanggung oleh orang lain.
V. BIMBINGAN dan PENANGANAN PASIEN / KONSELI
1. Jelaskan efek negatif, bila penyakit / masalah / kebiasaan buruk ini tidak ditangani oleh Tuhan atau penanganan tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
2. Bukalah Firman Tuhan dan jelaskan pengertian Firman Tuhan tsb ( Lihat Tabel kasus pasien / konseli dan ayat Firman Tuhan sebagai petunjuk / jawaban terhadap masalah Pasien / Konseli )

TABEL KASUS dan AYAT PETUNJUK FIRMAN TUHAN

NO KASUS / PROBLEMA AYAT PETUNJUK / JAWABAN FIRMAN TUHAN
01 SAKIT JASMANI I Petrus 2 : 24 = oleh bilur Kristus kamu telah sembuh
Mat 4 : 23-24 = Yesus sembuhkan semua penyakit
Ibr 13 : 8 = Tuhan Yesus Kristus tidak berubah
02 SAKIT KARENA KUASA SETAN Mat 17 : 15,17,18 = menghardik / mengusir setan
Wahyu 12:11 = sebut darah Yesus
Kol 2 : 15 = ucapkan kepada setan bahwa ia sudah kalah
03 KEKUATAN PADA MASA PENCOBAAN Yakobus 1: 12-16 = Bahagia
I Kor 10 : 6 – 13 = Kekuatan, cakap
04 PERLINDUNGAN PADA MARABAHAYA Maz 91 =
Maz 121 =
05 SENTOSA PADA MASA KELELAHAN Matius 11 : 28, 29
Maz 23
06 DAMAI PADA MASA KEGELISAHAN Fil 4: 6 – 7
KPR 16 : 31
07 KEBERANIAN PADA MASA KESESATAN I Yoh 1 : 7 – 9
Maz 51
08 KEBERANIAN PADA MASA KETAKUTAN Ibr 13 : 5 – 6
Efs 6 : 10 – 18
II Tim 1 : 7
09 KELEPASAN PADA MASA KESENGSARAAN II Kor 12 : 8,9,10
Ibr 12 : 3 – 13
10 PENGHIBURAN PADA MASA KEDUKAAN II Kor 1 : 3 – 5
Roma 8 : 26 – 28
Yoh 14 : 1 – 3

Training Pelayanan Visitasi / Huis – Bezoek
Bagi anggota Kaum Pria, Pengurus INTIM + Sie Bezoek
Semua Komisi GSJA Maranatha Family Kota Batu
Rabu, 18 Juni 2008

MAKNA TUMBAL YESUS, by: Pdt. Micha Natigor Lumban Tobing, MA.


Nats Historis : Matius 27 : 27 – 54

KRONOLOGI PENYALIBAN YESUS
1. Pk. 01.05 – 01.46 : DITANGKAP dan DIADILI oleh PENSIUNAN IMAM BESAR ANNAS
2. Pk. 01.46 – 02.00 : PEMERIKSAAN oleh IMAM BESAR KAYAFAS
3. Pk. 02.00 – 05.50 : DIADILI oleh MAHKAMAH TINGGI AGAMA YUDAISME = 70 ORANG
4. Pk. 05.50 – 09.00 : DIADILI GUBERNUR PONTIUS PILATUS & KAISAR HERODES + DISIKSA
5. Pk. 09.00 – 12 00 : DISALIBKAN DIBUKIT GOLGOTA / KALVARI
6. Pk. 12.00 – 15.00 : 3 JAM KEGELAPAN MELIPUTI SELURUH DAERAH
PELAKSANAAN PENYALIBAN
PENYALIBAN ADALAH :
1. Hal yang paling keji dan memalukan dari antara semua hukuman
2. Hukuman yang diperuntukkan bagi Budak – Budak, Pemberontak – Pemberontak dan Perusuh – Perusuh, yang kematiannya harus di cap dengan kecelaan
3. Kepala sang korban tidak diikat / ditutup, sehingga ia dapat melihat proses pemakuan / penyaliban
4. Waktu Penyiksaan diatas kayu salib, sengaja diperpanjang. Bagi yang masih hidup dibiarkan menggeliat sampai 2 – 3 hari di Kayu Salib
5. Kepedihan Luka – Luka dikaki + tangan akibat digantung dengan cara tak wajar, menyebabkan darah terkumpul disatu bagian tubuh. Hal ini menimbulkan rasa haus yang tak terkatakan dan terus menerus menambah penderitaan dan kesakitan bagi orang yang disalibkan
6. Darah yang tertahan di Jantung dan Otak menyebabkan seakan – akan kepalanya mau pecah.
MAKNA KEMATIAN YESUS
MENEBUS DOSA MANUSIA
PENEBUSAN
A. PENGERTIAN
Hak membeli kembali ( menebus ) harta yang pernah digadaikan / dijul kepada orang lain ( Im 25 : 25 ; Ruth 3 : 9,12 ), membayar harga seorang budak / tawanan ( Imamat 25 : 47 – 55 ) dengan harga yang disepakati, atau pembebasan dari sesuatu yang jahat dengan pembayaran harga tunai sebagai uang Tebusan ( GR : Lutron ; IBR : Kofer )

B. SASARAN PENEBUSAN
 Manusia yang telah menjadi Budak Dosa / Budak Setan ( Yoh 8 : 34 ; Roma 6 : 17 )
1. Pendosa adalah Budak Setan
2. Tanpa Penebusan, Perbudakan akan
3. berlanjut
4. Tanpa Penebusan,budak dosa akan mengalami Hukuman Mati
C. KRISTUS, SANG PENEBUS ( REDEEMER )
1. PL : Tuhan membebaskan bangsa Israel dari tekanan perbudakan di Mesir melalui Darah di Ambang dan kedua Jenang Pintu ( Kel 6 : 5 ; Ul 7 : 18 )
2. PB :
1) Kristus memberi Darah dan Nyawa-Nya menjadi tebusan ( Lutron / Kofer ) bagi banyak orang ( Mark 10 : 45 )
2) Kristus Si Penebus satu – satunya yang dapat menebus dosa manusia
3) ita menolak ajaran, “ Co – Redemptrix “ = ajaran yang anti ketunggalan Yesus untuk menebus dosa manusia

MENJADI PENDAMAI dan PEMULIH HUBUNGAN
A. PENGERTIAN
 Secara umum pendamaian mengacu kepada karya Kristus yang menyelesaikan semua soal akibat dosa manusia, dan memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan Allah. Proses pendamaian ini harus dijalani demi menghormati Keadilan Allah ( Roma 3 : 25, 26 )
 Jalan / ide pendamaian ini datang dari Allah dan ditetapkan oleh Allah ( Roma 3 : 25 )
B. ALASAN DIBUTUHKAN PENDAMAIAN BAGI MANUSIA
1. Dosa sudah menjadi masalah UNIVERSAL. Dimana semua manusia tanpa terkecuali sudah berbuat dosa ( I Raj 8 : 46 ; Roma 3 : 23 ; Maz 14 : 3 )
2. Bobot dosa manusia teramat berat dan menjijikkan dihadapan Allah ( Ibr 1:13 ; Yes 59:2 ; Ams 15:29 ; Mark 3:29 ; 4:21 )
3. Ketidak – mampuan manusia untuk mengatasi Dosa atau menyembunyikan Dosa ( Bil 32:23 ), atau membersihkan diri dari Dosa ( Ams 20:29 ) = ( Kol 1:21 = jauh dari Allah ; Ibr 10:27 = sedang menghadapi penghakiman dan hukuman )
4. Perbuatan baik dan amal apapun tidak akan dapat membenarkan manusia dihadapan Allah ( Roma 3:2 ; Gal 2:16 )

PENTINGNYA PENDAMAIAN
1. Mengungkapkan Kasih Allah kepada manusia ( Roma 5 : 8 ; Yoh 3 : 16 ) melalui pederitaan Kristus ( Mark 8 : 31 )
2. Merupakan Korban yang berbau harum bagi Allah ( Efs 5 : 2 ) melalui curahan darah Yesus yang mahal ( I Petr 1 : 19 )
3. Manusia diperdamaikan dengan Allah ( Rom 5 : 10 ; II Kor 5 : 18 ; Efs 2 : 11 ; Kol 1 : 20 )
MENGGANTIKAN POSISI / KONDISI MANUSIA YANG SEHARUSNYA DIHUKUM
( Substitution = Penggantian )
1. Kristus mati sebagai wakil / pengganti manusia terhukum ( II Kor 5 : 14 ; mark 10 : 45 ; Yes 53 : 5 )
2. Pengganti oknum kudus ( Yesus ) menempati tempat orang yang berdosa ( manusia )
MEMBERI REMISI DOSA
Remission of Sins ( Pengampunan Dosa )
1. Darah Yesus yang ditumpahkan ( Kematian Yesus ) berkasiat untuk pengampunan dosa manusia ( The Remission of Sins ) = Mat 26 : 28
2. Remisi ( Pengampunan ) adalah salah satu Thema pengajaran yang besar dalam Alkitab ( Luk 24 : 47 )
3. Istilah Remisi sering dipakai oleh para Pedagang, Hakim, Kepala Negara / Presiden, Dokter, Emancipator atau Restorer
4. Diluar dari Darah Kristus Yang Mahal ini, manusia tidak memiliki Harapan Hidup Abadi, melainkan penderitaan dalam alam maut / neraka selama – lamanya ( There is no Vulgatorio )
5. Tiga istilah yang memberi arti yang berbeda sumber penggunaannya.
1. Pardon ( Ampun = Mengampuni )
2. Forgive ( Maaf = Memaafkan )
3. Justification ( Pembenaran )
6. Remisi mengandung arti PARDON and FORGIVE ( Mengampuni + Memaafkan )
7. Remisi juga berarti KESEMBUHAN ( I Petr 2 : 24 )

Pdt. Micha N.L. Tobing, MA. : TRUE WORSHIP BASED ON TRUE LOVE


TRUE WORSHIP BASED ON TRUE LOVE
Roma 5 : 5

DEFINISI CINTA
CINTA adalah KARUNIA ALLAH DALAM HATI KITA YANG MENIMBULKAN DORONGAN SUCI dan KERELAAN UNTUK MEMBERI, MENOLONG, PEDULI, MEMPERHATIKAN, BERKORBAN, MENERIMA, MENGUTAMAKAN, MENYUKAI dan SIMPATIK KEPADA TUHAN dan SESAMA MANUSIA.

MANUSIA TANPA CINTA
( I Kor 13 : 3 – 1 ; I Yoh 4 : 18 – 20 )
SAMA DENGAN NIHIL, NOL, KOSONG, HAMPA, MUDAH PUTUS ASA, TIDAK SEMPURNA, SELALU RESAH, TIDAK ADA DAMAI SEJAHTERA, PENUH KEBENCIAN, PENUH KETAKUTAN, LESU, HIDUP TANPA GAIRAH, DSB

IBADAH / PENYEMBAHAN TANPA CINTA
A. CIRI – CIRI IBADAWAN ( – )
1. TUHAN DIANGGAP SEBAGAI OKNUM BIASA YANG DIPERTUANKAN, KARENA KURANG MAHA KUASA
2. TUHAN DIANGGAP TIDAK BANYAK BERPENGARUH DENGAN KEHIDUPAN MANUSIA ( PRIBADINYA )
3. JARANG DATANG KE GEREJA
4. DATANG KE GEREJA KALAU ADA WAKTU
5. SERING DATANG TERLAMBAT KE GEREJA
6. KURANG MENGENAL ATRIBUT dan PRIBADI ALLAH
7. TIDAK MEMULIAKAN ALLAH
8. TIDAK MENSYUKURI UNTUK NAFAS, UDARA, KEHIDUPAN DAN ALAM YANG ALLAH ANUGERAHKAN KEPADA SEMUA MANUSIA ( Roma 1 : 21 )
9. MERASA DIRI PENUH HIKMAT ( KEMINTER ) ( Roma 1 : 22 )
10. GAMPANG / TERBIASA BERBUAT DOSA, TANPA MERASA BERDOSA ( Roma 1 : 24 )
11. TUJUAN KE GEREJA UNTUK MENGERITIK DAN MENJADI PECUNDANG TERHADAP GEREJA dan KEGIATAN GEREJA.
12. SOMBONG, TINGGI HATI, KARENA TIDAK MENGAKUI ALLAH ( Roma 1 : 28 )
13. AMORAL, ASOSIAL, ASUSILA, ANOMOUS, MUNAFIK.

B. EFEK IBADAWAN TANPA CINTA KEPADA TUHAN
1. TIDAK MENIKMATI KEMESRAAN + KEHANGATAN CINTA TUHAN
2. TIDAK MENIKMATI DAMAI SEJAHTERA ALLAH
3. TIDAK MERASAKAN HADIRAT + SHEKINAH ALLAH
4. TIDAK MERASAKAN JAMAHAN TUHAN
5. HUBUNGAN DENGAN TUHAN RENGGANG
6. HATI MEREKA MENJADI GELAP ( Roma 1 : 21 )
7. TIDAK MEMILIKI KEPASTIAN SELAMAT
8. MASA DEPAN + SURGA menjadi KELABU
9. TIDAK MEMILIKI “ KEHIDUPAN YANG KEKAL “
IBADAH / PENYEMBAHAN BERDASARKAN CINTA

Pdt. HENRY WARD BEECHER :

“ AKU TIDAK PERNAH TAHU
BAGAIMANA MENYEMBAH ( TUHAN ),
SAMPAI AKU TAHU BAGAIMANA
MENGASIHI ( TUHAN ) “

A. CIRI – CIRI IBADAWAN SEJATI ( + )
1. MENGAKUI dan MENERIMA YESUS KRISTUS SEBAGAI KURIOS ( TUHAN ) YANG PATUT + WAJIB DISEMBAH ( Filipi 2 : 9 – 11 )
2. MENERIMA YESUS SEBAGAI SOTER ( JURU WILUJENG ) ( Luk 2 : 11 ; Yoh 4 : 42 ; Mat 1 : 21 )
3. KE GEREJA, BUKAN SESUATU YANG HARUS DIMUSYAWAROHKAN ), TETAPI SUATU KEHARUSAN / KEWAJIBAN DAN GAYA HIDUP CINTA SEJATI
4. DATANG KE GEREJA SEBELUM WAKTUNYA
5. MENGENAL ATRIBUT dan KEPRIBADIAN TUHAN
6. PENYEMBAHAN + UCAPAN SYUKUR DILAKUKAN SEBAGAI GAYA HIDUP PRIBADI, OK.
7. MERASA TIDAK LAYAK UNTUK MENJADI ANAKNYA dan UNTUK MELAYANI PEKERJAAN TUHAN
8. MEMELIHARA dan MENGEJAR KEKUDUSAN ( HIDUP SUCI ) = I PETR 1 : 15,16 ; Ibr 12 : 14
9. TUJUAN BERIBADAH ( KE GEREJA, KOMSEL, KOMISI, IBADAH DOA ) ADALAH UNTUK MEMULIAKAN dan MENYEMBAH TUHAN ( Mat 2 : 2, 11 ; 28 : 9 ; Wahyu 5 :14 )
10. RENDAH HATI ( I Petr 5 : 5,6 ; Yak 4 : 6 )
11. TAAT KEPADA TUHAN + FIRMAN – NYA
12. BERHATI dan BERPRILAKU “ HAMBA “ YANG SIAP MELAYANI PEKERJAAN TUHAN TANPA PAMRIH ( I Kor 4 : 12 ; Roma 12 : 11 )

B. EFEK IBADAWAN BERDASARKAN CINTA KEPADA TUHAN
1. MENIKMATI KEMESRAAN + KEHANGATAN CINTA TUHAN
2. MENIKMATI DAMAI SEJAHTERA ALLAH
3. MERASAKAN HADIRAT + SHEKINAH ALLAH
4. MERASAKAN JAMAHAN TUHAN
5. HIDUP + KARAKTERNYA = BERUBAH
6. HUBUNGAN DENGAN TUHAN = DEKAT, RAPAT, MELEKAT
7. MATA HATI MEREKA = TERANG
8. MEMILIKI KEPASTIAN SELAMAT
9. MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL
10. SEDANG dan SIBUK, SEREGEP MELAYANI PEKERJAAN TUHAN.